Tausiyah Ustadz


Diringkas oleh Tim Majalah HSI dari rekaman kajian Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. hafizhahullah.
Tautan rekaman: https://www.youtube.com/live/_SWSIcqpDGA?si=nIqRFgvm9BTXBMc0

Bahagia dengan Sedekah

Ditranskrip oleh: Avrie Pramoyo

Editor: Athirah Mustadjab


Di tengah kehidupan yang penuh kesibukan dan persaingan, tidak sedikit manusia yang terjebak dalam kecintaan berlebihan terhadap harta. Rasa takut miskin membuat sebagian orang sibuk mengejar dunia hingga lupa bahwa dalam harta yang dimiliki terdapat hak orang lain. Padahal, harta yang Allah karuniakan sejatinya adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Di sisi lain, banyak saudara kita yang hidup dalam kesulitan dan kekurangan. Karena itulah, sedekah (shadaqah) menjadi salah satu ibadah yang sangat penting. Selain membantu sesama, shadaqah juga menjadi jalan menuju kebahagiaan dan keberkahan hidup.

Makna Shadaqah

Kata sedekah (shadaqah) berasal dari kata ash-shidq, yang berarti kejujuran atau kebenaran. Karena itulah, sedekah merupakan bukti nyata kejujuran iman seseorang kepada Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sedekah adalah bukti." (HR. Muslim)

Sedekah menunjukkan bahwa kecintaan seorang hamba kepada Allah lebih besar daripada kecintaannya kepada harta. Bentuknya tidak terbatas pada uang atau materi, tetapi juga mencakup tenaga, waktu, dan berbagai bentuk bantuan yang diberikan dengan ikhlas karena Allah.

Macam-Macam Sedekah

1. Sedekah Wajib

Sedekah wajib adalah zakat, salah satu rukun Islam yang harus ditunaikan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat. Dalam Al-Qur'an, Allah menyebut zakat dengan istilah sedekah dan menjelaskan golongan yang berhak menerimanya dalam QS. At-Taubah ayat 60.

2. Sedekah Sunnah

Selain zakat, terdapat sedekah sunnah yang sangat dianjurkan. Bentuknya beragam, seperti membantu fakir miskin, memberi makan orang yang membutuhkan, mendukung dakwah, pembangunan masjid, pesantren, serta berbagai bentuk wakaf dan amal sosial lainnya.

Keutamaan Sedekah

1. Investasi akhirat yang tidak akan merugikan

Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi orang yang bersedekah,

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ

"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261)

Jika investasi dunia menawarkan keuntungan puluhan persen, justru investasi akhirat bisa menghasilkan pahala hingga tujuh ratus kali lipat bahkan lebih, sesuai kehendak Allah.

2. Sedekah kecil bisa menjadi besar di sisi Allah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa Allah menerima sedekah yang ikhlas meskipun hanya sebutir kurma, lalu mengembangkannya hingga menjadi sebesar gunung. Ini menunjukkan bahwa yang dinilai bukan besarnya nominal, tetapi keikhlasan dan ketakwaan pelakunya.

3. Menjadi sebab dicintai oleh Allah

Orang yang gemar bersedekah termasuk golongan muhsinin (orang-orang yang berbuat ihsan). Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan." (QS. Al-Baqarah: 195)

Ketika Allah mencintai seorang hamba, Allah akan menjaganya, memudahkan urusannya, dan menanamkan kecintaan manusia kepadanya.

4. Dipanggil dari Pintu Sedekah di Surga

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa orang yang menjadikan sedekah sebagai amalan unggulannya akan dipanggil melalui pintu khusus di surga, yaitu Pintu Sedekah. Ini merupakan kemuliaan besar yang Allah siapkan bagi para dermawan.

5. Sedekah tidak mengurangi harta

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sedekah tidak akan mengurangi harta." (HR. Muslim)

Secara lahiriah harta tampak berkurang, tetapi Allah menggantinya dengan keberkahan, ketenangan, dan rezeki yang lebih baik.

6. Harta yang sebenarnya adalah harta yang disedekahkan

Harta yang ditinggalkan akan menjadi milik ahli waris. Adapun harta yang disedekahkan akan menjadi tabungan yang menemani seseorang hingga akhirat. Oleh sebab itu, seorang muslim hendaknya memperbanyak "investasi akhirat" melalui sedekah.

7. Pahala terus mengalir setelah wafat

Sedekah jariyah termasuk amalan yang pahalanya tidak terputus meskipun seseorang telah meninggal dunia. Masjid, pesantren, sumur, sarana pendidikan, dan berbagai fasilitas yang terus dimanfaatkan kaum muslimin akan menjadi sumber pahala yang terus mengalir.

8. Menjadi sebab luasnya rezeki

Sedekah bukan penyebab kemiskinan. Justru sebaliknya, ia menjadi sebab datangnya keberkahan dan keluasan rezeki. Allah mampu membuka pintu-pintu rezeki yang tidak pernah disangka oleh hamba-Nya yang gemar berbagi.

9. Didoakan oleh para malaikat

Setiap pagi dua malaikat turun. Salah satunya berdoa, "Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak." Adapun malaikat lainnya berdoa, "Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir." (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa beruntungnya orang yang setiap hari mendapatkan doa kebaikan dari para malaikat.

10. Menjadi pelindung dari api neraka

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun dengan separuh butir kurma." Sedekah menjadi sebab keselamatan dari azab Allah dan membantu meringankan kesulitan seseorang pada hari kiamat.

Motivasi dan Adab Bersedekah

1. Niat yang Tulus

Orang yang belum memiliki kelapangan harta tetap dapat meraih pahala besar dengan niat yang jujur. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa seseorang yang berkata, "Seandainya aku memiliki harta seperti fulan, niscaya aku akan bersedekah sebagaimana dia bersedekah," lalu ia benar-benar jujur dalam niatnya, maka ia memperoleh pahala yang sama.

2. Jangan menunggu kaya

Sedekah tidak harus menunggu banyak harta. Yang dilihat oleh Allah adalah keikhlasan dan kesungguhan hati. Sedikit tetapi rutin lebih baik daripada banyak namun jarang.

3. Dahulukan pihak yang paling berhak

Prioritas dalam sedekah adalah:

  1. Orang tua.
  2. Istri dan anak-anak.
  3. Kerabat dekat.
  4. Tetangga yang membutuhkan.
  5. Fakir miskin.
  6. Berbagai proyek dakwah dan kemaslahatan umat.

4. Menyembunyikan sedekah

Di antara cara menjaga keikhlasan adalah menyembunyikan sedekah. Para salaf sangat menjaga amalan mereka agar tidak diketahui manusia. Ali bin Husain rahimahullah dikenal memikul gandum pada malam hari dan membagikannya kepada fakir miskin tanpa diketahui siapa pun. Barulah setelah beliau wafat, masyarakat mengetahui siapa yang selama ini membantu mereka.

Teladan Para Sahabat

Para sahabat adalah contoh terbaik dalam bersedekah. Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu pernah menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah. Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu menginfakkan setengah hartanya. Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu menyedekahkan kafilah dagangnya untuk membantu kaum muslimin saat masa paceklik. Mereka lebih memilih keuntungan akhirat daripada keuntungan dunia.

Penutup

Sedekah (shadaqah) adalah jalan menuju keberkahan, kebahagiaan, dan keselamatan di akhirat. Sedekah itu tidak harus menunggu kaya, tidak harus banyak, dan tidak harus diketahui manusia. Yang terpenting adalah keikhlasan, niat yang benar, serta menyalurkan sedekah pada tempat yang paling berhak menerimanya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang gemar bersedekah dan berlomba-lomba dalam kebaikan.

18