Kesehatan
🎧 Dengarkan Artikel (Digenerate dengan Gemini AI)

Tips Aman Berpuasa bagi Penderita GERD

dr. Sri Setya Wahyu Ningrum

dr. Avie Andriyani


Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan manfaat. Menjalankan ibadah puasa dalam kondisi sehat tentu menjadi harapan bagi setiap muslim. Namun, ada sebagian orang yang merasa khawatir saat menjalani puasa Ramadhan, seperti para penderita GERD (Gastro Esofageal Reflux Disease). Kekhawatiran bahwa keluhan-keluhan GERD akan muncul bahkan memberat jika berpuasa.

Puasa disyariatkan bukan untuk memberatkan, tetapi justru membawa maslahat. Dari segi kesehatan, puasa memberikan banyak manfaat bagi tubuh kita. Pada edisi kali ini kita akan bahas lebih lanjut tentang GERD dan kaitannya dengan puasa Ramadhan.

Mengenal GERD dan Gejalanya

GERD adalah kondisi ketika isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan atau hingga ke rongga mulut, sehingga dapat menimbulkan peradangan pada mukosa, yaitu lapisan pelindung di bagian dalam kerongkongan yang mudah teriritasi oleh asam lambung. GERD seringkali sulit dibedakan dengan gastritis, dispepsia, dan ulkus peptik. Ketiganya sama sama permasalahan di lambung, tetapi sebenarnya merupakan kondisi yang berbeda.

Dispepsia merupakan sekumpulan gejala seperti rasa tidak nyaman atau cepat penuh setelah makan, cepat merasa kenyang, nyeri ulu hati, rasa kembung, mual hingga muntah. Pada gastritis dapat muncul gejala serupa namun disertai adanya inflamasi pada lapisan dinding lambung, dan dapat juga disertai perdarahan saluran cerna. Ulkus peptik berkaitan dengan kondisi dinding lambung yang mengalami luka hingga ke lapisan mukosa atau bahkan ke lapisan yang lebih dalam.

GERD seringkali menimbulkan gejala seperti sensasi terbakar di dada yang biasa disebut heartburn, rasa pahit dan asam di mulut, mual, dan nyeri di ulu hati. GERD sering tidak disadari oleh sebagian banyak orang karena gejalanya yang mirip dengan sakit lambung pada umumnya atau dispepsia.

Mengapa Keluhan GERD Bisa Muncul Saat Puasa?

Saat puasa, pola makan kita mengalami perubahan. Biasanya dalam sehari, makan sekitar 3 kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam. Pada saat puasa, pola makan kita bergeser, ada makan sahur dan buka puasa. Ketika berbuka puasa, sebagian orang cenderung berlebihan dan sulit mengontrol diri dalam memilih makanan yang masuk ke mulut. Makanan yang memicu pencernaan menjadi tidak nyaman, seperti makanan pedas, asam, berlemak, serta minuman berkafein dan berkarbonasi. Sayangnya, saat berbuka puasa makanan dan minuman ini sangat sering dijadikan hidangan utama di meja makan.

Selain dari pola dan jenis makanan, faktor-faktor lain juga dapat memicu munculnya gejala GERD saat puasa, seperti langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah besar di satu waktu, makan terlalu cepat hingga jarak waktu antara makan terakhir dengan jam tidur yang lebih dekat.

Puasa dan GERD, Bolehkah Tetap Berpuasa?

Menurut penelitian oleh Bohamad et al tahun 2023, gejala GERD seperti rasa panas di dada dan regurgitasi berkurang secara signifikan selama bulan Ramadhan. Pakar gastroenterologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM mengatakan bahwa ibadah puasa Ramadhan tetap dapat dijalani oleh penderita GERD atau asam lambung dengan beberapa catatan. Apabila merasa lambung tidak nyaman, sehari sebelum puasa dan sebelum sahur disarankan meminum obat terlebih dahulu. Rasa tidak nyaman ini biasanya terjadi pada tujuh hingga sepuluh hari di awal puasa, kemudian kondisi tubuh akan beradaptasi dan mulai nyaman menjalani puasa tanpa memerlukan bantuan obat.

Tips Aman Berpuasa bagi Penderita GERD

Bagi penderita GERD yang akan berpuasa, penting untuk mengetahui cara berpuasa yang aman. Berikut tips aman berpuasa bagi penderita GERD :

  • Tidak melewatkan makan sahur.

    Makan sahur sangat penting bagi penderita GERD karena membantu menjaga perut tetap terisi dan mengurangi risiko naiknya asam lambung.

  • Tidak menunda berbuka puasa

    Berbuka puasa adalah waktu untuk memulihkan energi dan nutrisi sepanjang hari setelah berpuasa. Selaras dengan sunnah berbuka puasa yaitu menyegerakan berbuka puasa ketika matahari terbenam.

  • Hindari makanan pemicu GERD saat sahur dan berbuka puasa.

    Ketika makan sahur dan berbuka puasa, menghindari makanan yang dapat memicu meningkatnya asam lambung seperti makanan yang pedas, asam, berlemak, berkafein, dan berkarbonasi. Makanan yang tinggi lemak pada makanan bersantan, susu, jeroan, makanan yang digoreng, serta daging, dapat memperberat cara kerja lambung sehingga puasa menjadi tidak nyaman.

  • Saat berbuka puasa, konsumsi makanan secara bertahap, tidak langsung porsi besar dalam satu waktu.

    Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar atau makan secara berlebihan dalam satu waktu dapat melemahkan otot sfingter esofagus bawah sehingga tidak dapat menutup dengan benar. Hal ini dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan. Sebagaimana disunnahkan untuk memulai buka puasa dengan beberapa butir kurma atau air putih. Kemudian dilanjutkan dengan makanan ringan sebelum menyantap hidangan utama. Mengunyah makanan dengan baik juga membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

  • Mengatur jarak makan dengan waktu tidur.

    Agar mencegah naiknya isi lambung ke kerongkongan, perlunya memberi jeda kurang lebih 3 jam antara makan dan tidur.

  • Kelola stress dengan baik.
  • Konsultasi dengan dokter dan mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter.

Kesimpulannya, penderita GERD tetap bisa menjalani puasa dengan perencanaan dan pengaturan yang tepat. Jika diperlukan, penderita GERD dapat berkonsultasi dahulu dengan dokter terkait kondisi kesehatannya dan persiapan puasa. Pada momen yang penuh berkah dan pahala ini, mari kita persiapkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Kita jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki pola hidup yang sehat dan menjaga amanah kesehatan dari Allah Ta’ala. Baarakallaahu fiikum.

Sumber :

  1. Bohamad et al, 2023, Dampak Puasa Ramadhan terhadap Tingkat Keparahan Gejala pada Sekelompok Pasien dengan Penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD), Cureus, Vol. 15(3), pp. 1-9.
  2. https://fk.ui.ac.id/infosehat/tips-aman-berpuasa-bagi-penderita-gerd/
  3. Iskandar et al, 2025, Optimalisasi Penggunaan Obat Maag Dan Gerd Selama Bulan Puasa: Edukasi Kesehatan Bagi Siswa Man 3 Kota Pekanbaru, Community Development Journal, Vol. 6(2), pp. 2109-2115.
  4. https://rsum.bandaacehkota.go.id/cara-mengatasi-gerd-agar-tidak-kambuh-saat-puasa/
  5. Yulian Purnama, 2020, https://muslim.or.id/56520-sunnah-sunnah-ketika-berbuka-puasa.html


722