Tanya Dokter
🎧 Dengarkan Artikel (Digenerate dengan Gemini AI)

Tingkat Obesitas: Memengaruhi Daya Hidup Masyarakat

Dijawab oleh : dr. Munif Amar, SH., M.Kes


Benarkah Obesitas karena Faktor Keturunan?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Dokter. Apakah benar kalau obesitas ini dapat disebabkan karena faktor keturunan? Anak saya ini tergolong obesitas, padahal makannya sedikit dan olahraganya teratur. (Fulanah)

Jawaban:

Benar, sebanyak 40-70% angka kejadian obesitas disebabkan karena faktor genetik. Kita harus melihat di sekitar kita juga, mungkin dari keluarga kita juga ada yang mengalami kegemukan atau bisa jadi orang tua kita gemuk. Meskipun begitu, kita bisa merubah nasib itu dengan meningkatkan aktivitas, seperti olahraga atau mengurangi makan. Jadi, meskipun kita mempunyai faktor keturunan obesitas, tapi tidak selalu diturunkan ke kita. Kalau gaya hidup kita baik, insyaallah tidak akan terjadi obesitas bawaan tersebut.

Adakah Obat Khusus Obesitas?

Dokter, izin tanya kapan obesitas itu masuk dalam kategori harus diobati dan apakah ada obat khusus untuk obesitas atau bahkan sampai pada kasus operasi potong lambung yang sebagian sedang viral? (Fulanah)

Jawaban

Memang benar ada obat-obatan dan operasi untuk menurunkan berat badan. Tetapi perlu diingat, ini dapat memengaruhi kondisi kesehatan kita. Kalau kita operasi, misal bypass lambung, yang terjadi pada tubuh kita, bahan-bahan makanan yang harusnya kita serap akan keluar langsung (tidak diserap dahulu).

Ini akan menyebabkan anemia, kekurangan kalsium, dan sebagainya. Banyak makanan yang tidak dapat diserap sempurna. Ini tidak hanya terjadi jika dilakukan operasi bypass saja, tapi juga apabila konsumsi obat-obatan. Sehingga apabila kita mengalami obesitas, selain obesitas tingkat tiga (BMI > 30), lebih baik kita mulai dari mengubah gaya hidup terlebih dahulu.

Membiasakan olahraga dengan tangan lebih dahulu, seperti olahraga renang. Jika berat badan sudah mulai turun, bisa dilanjutkan dengan olahraga aerobik seperti bersepeda, jalan kaki, dan lain sebagainya.

Olahraga yang Cocok untuk Lansia

Umur saya 60 tahun, Dokter. Saat ini saya menderita sakit pinggang, punggung, dan juga lutut. Berat badan saya 70 kg. Olahraga apa yang bisa saya lakukan dengan mempertimbangkan umur dan kondisi kesehatan saya, Dok? (Rita Susanti, Jakarta Timur)

Jawaban:

Bisa dimulai dengan olahraga di tempat fitness ya. Olahraga yang didominasi tangan karena sudah ada riwayat sakit cedera di tulang belakangnya. Maka harus lebih hati-hati.

Berolahraga di tempat fitness untuk mengurangi berat badannya yang 70 kg tersebut. Apabila berat badan sudah turun menjadi sekitar 50-60 kg, baru bisa lanjut olahraga aerobik.

Jangan melakukan olahraga aerobik dahulu supaya tidak menambah sakit tulang belakangnya.

Selain itu, olahraga berenang juga direkomendasikan karena mengurangi gesekan di persendian. Jadi termasuk olahraga low impact, termasuk bersepeda dan fitness juga.

Sedangkan, olahraga lari maupun jalan termasuk olahraga yang high impact karena sendi-sendi dapat terganggu, tulang belakang juga dapat terganggu.

Bahayakah Obesitas Sentral?

Badan saya tidak terlalu besar tetapi perut saya buncit sekali atau istilahnya obesitas sentral. Apakah lemak di perut ini lebih berbahaya daripada lemak yang merata di seluruh tubuh, Dokter? (Fulan)

Jawaban:

Benar. Obesitas sentral atau lemak yang ada di perut alias buncit itu lebih berisiko karena dapat menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah. Sehingga lemak tersebut lebih berisiko. Pengukuran lingkar pinggang dapat dirutinkan untuk mengecek kondisi ini. Lemak yang ada di perut lebih berisiko daripada lemak di bagian tubuh yang lain. Mengurangi lemak di perut juga lebih susah karena lemaknya terletak di bagian visceral, di dalam organ-organ tubuh termasuk di hepar. Sebagian orang ada yang memang tubuhnya tidak besar, tapi ada lemak di wajah dalam artian pipinya chubby. Kondisi seperti ini masih normal. Apabila berat badannya berlebih, baru kita katakan itu obesitas.

Apakah Puasa Bermanfaat untuk Kesehatan

Dokter, sekarang ini banyak orang menjalani diet dan pola hidup sehat. Dalam agama Islam juga ada yang namanya puasa sunnah Senin Kamis dan puasa-puasa sunnah lainnya. Kalau dari sisi medis, bagaimana manfaat puasa bagi kesehatan tubuh, Dok? (Fulan)

Jawaban:

Puasa sangat bermanfaat, ya. Saat kita berpuasa, tubuh kita akan menggunakan kalori atau lemak-lemak yang ada di tubuh ini untuk diubah menjadi energi. Sehingga kita bisa membersihkan timbunan lemak tersebut saat kita berpuasa.

Ada yang namanya diet intermittent fasting. Ini sama saja sebetulnya dengan puasa sunnah. Jadi kita lebih baik menggunakan puasa sunnah. Niatnya ibadah, bonusnya tubuh jadi sehat.

Buncit Pasca Hamil, Mungkinkah Kembali Normal?

Baarakallahu fik, Dokter. Izin bertanya. Anak pertama dan kedua saya lahir dengan SC, tetapi saya tidak memakai gurita lagi untuk perut karena trauma dulu hamil anak pertama jahitannya lepas lagi. Saat ini perut saya tampak buncit seperti orang hamil, sedangkan bagian tubuh yang lain tidak bertambah besar secara signifikan. Pertanyaannya, apakah bisa ukuran perut saya kembali normal, Dok? Kemudian bagaimana prosesnya dan apakah olahraga yang disarankan? (Mary Marlina, Sumatera Barat)
Jawaban

Ya, insyaallah bisa, apalagi masih usia muda. Olahraga yang bisa dilakukan adalah olahraga yang fokus pada otot-otot perut seperti sit up atau berenang. Olahraga ini bisa untuk mengecilkan lemak yang ada di perut. Selain olahraga, penting untuk menjaga makan. Olahraga dengan diet saja tidak cukup, harus diimbangi juga dengan aktivitas fisik untuk mengembalikan bentuk tubuh.

Sit up pada laki-laki dan perempuan kurang lebih sama, tetapi sit up pada wanita biasanya kakinya ditekuk. Jangan lupa menggunakan alas supaya tidak cedera pada tulang belakang