Tanya Ustadz

Tanya Jawab

Bersama Al-Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. hafidzahullāh


Keringanan Puasa bagi Sopir

Assalamu’alaikum, Ustadz. Para musafir mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa karena menempuh perjalanan jauh. Lalu, bagaimana dengan pengemudi atau sopir bus antarprovinsi? Apakah mereka juga mendapatkan keringanan yang sama atas uzur tersebut, dan apakah puasanya dapat diganti pada bulan berikutnya ketika tidak sedang bertugas, Ustadz?

Jawab:

Na‘am, sama. Jika status beliau juga sebagai musafir, hukumnya sama dengan penumpangnya, yaitu mendapatkan keringanan tersebut. Ia dapat mengganti puasanya pada hari yang lain, insyaallah. Allahu a‘lam.



Keutamaan Waktu Salat Tarawih

Assalamu’alaikum. Ustadz, mengenai keutamaan pelaksanaan salat tarawih, dari beberapa video dakwah sunnah yang sering saya simak, ada yang menyebutkan bahwa salat tarawih lebih afdal dilakukan setelah salat isya, namun ada juga yang mengatakan lebih afdal di akhir malam. Manakah yang lebih baik, Ustadz? Syukran.


Jawab:

Permasalahan tentang mana yang lebih afdal dalam salat tarawih, yaitu antara awal malam dan akhir malam. Apabila kondisi seseorang sama, baik ketika melaksanakan salat di awal maupun di akhir malam, serta ia mampu mengerjakannya dengan baik, maka yang lebih afdal adalah di akhir malam. Namun, jika seseorang khawatir ketika salat di akhir malam ia mengantuk dan tidak khusyuk dalam salatnya, maka yang lebih afdal baginya adalah melaksanakannya di awal malam. Allahu a‘lam.


Anjuran Menu Sahur/Berbuka

Assalamu’alaikum. Apakah ada makanan dan minuman yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat berbuka atau sahur, Ustadz? Syukran.

Jawab:

Saat berbuka, terdapat riwayat bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka dengan ruthab (kurma muda). Jika tidak ada, beliau berbuka dengan tamr (kurma matang). Jika tidak ada pula, beliau berbuka dengan beberapa teguk air putih. Sebagian ulama menyebutkan bahwa hal tersebut mengandung beberapa hikmah, di antaranya orang yang memulai berbuka puasa dengan ruthab akan lebih mudah dicerna oleh tubuh, sehingga tenaga dan kekuatan dapat segera kembali. Selain itu, makanan tersebut lebih ringan bagi sistem pencernaan. Segala sesuatu yang datang dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentu memiliki hikmah. Adapun terkait makanan atau minuman yang diutamakan saat sahur, Allahu a‘lam, saya tidak mengetahui adanya dalil khusus mengenai hal tersebut.

87