Khotbah Jumat
๐ŸŽง Dengarkan Artikel (Digenerate dengan Gemini AI)

Saatnya Istirahat dari Hiruk Pikuk Dunia

Penulis: Abu Ady

Editor: Yum Roni Askosendra, Lc,. M.A.


Khotbah Pertama

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูŽ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ู†ูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูุนู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู’ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ูุŒ ูˆูŽู†ูŽุดู’ูƒูุฑูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูู„ููˆุบู ุดูŽู‡ู’ุฑู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู ูˆูŽุชูŽุฒู’ูƒููŠูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจูุŒ ู†ูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู†ูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูู‡ูุŒ ูˆูŽู†ูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูุฑููˆุฑู ุฃูŽู†ู’ููุณูู†ูŽุง ูˆูŽู…ูู†ู’ ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุงุชู ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู†ูŽุง. ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฏูู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู„ูŽุง ู…ูุถูู„ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุถู’ู„ูู„ู’ ููŽู„ูŽุง ู‡ูŽุงุฏููŠูŽ ู„ูŽู‡ู.

ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ูุŒ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุฌูŽุงุกูŽู†ูŽุง ุจูุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ุทูŽู‡ูŽุงุฑูŽุฉู‹ ู„ูู„ู†ู‘ููููˆุณู ูˆูŽุฑูŽุงุญูŽุฉู‹ ู„ูู„ู’ู‚ูู„ููˆุจูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู†ูŽ.

ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูุŒ ููŽุฃููˆู’ุตููŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู†ูŽูู’ุณููŠ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุฒูŽุงุฏู ู„ููŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ู…ูŽุนูŽุงุฏูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰: ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ.

Maโ€™asyiral muslimin rahimakumullah.

Ketahuilah bahwa Allah Subhanahu wa Taโ€™ala tidak menurunkan syariat-Nya untuk memberatkan manusia, tetapi untuk memberikan kebahagian di dunia dan akhirat. Allah Taโ€™ala tidak memerintahkan ibadah agar hamba-Nya semakin lelah dan tertekan, tetapi supaya hati yang letih menemukan kembali ketenangannya, jiwa yang kotor kembali bersih, dan hidup yang terlalu jauh dari Allah kembali pulang ke jalan-Nya. Karena itulah Ramadhan hadir bukan sekadar rutinitas tahunan; melainkan sebagai momen perubahan, perbaikan, dan pemulihan yang sangat dalam maknanya.

Selama sebelas bulan lamanya, kita hidup dalam pusaran dunia yang tak pernah berhenti. Dunia yang terus menuntut, menekan, dan memaksa kita untuk berlari tanpa jeda. Pagi hingga malam hari diisi dengan urusan pekerjaan, target materi, ambisi pribadi, dan keinginan yang tidak pernah merasa cukup. Akibatnya, banyak manusia yang secara fisik tampak sehat, tetapi hatinya rapuh. Banyak yang tampak tersenyum, tetapi jiwanya kosong. Banyak manusia yang memiliki segalanya, tetapi tidak memiliki ketenangan. Inilah kelelahan yang paling berbahaya yaitu kelelahan hati.

Maโ€™asyiral muslimin rahimakumullah.

Allah Subhanahu wa Taโ€™ala telah mengingatkan kita tentang hakikat kehidupan dunia ini dalam firman-Nya,

ุงูุนู’ู„ูŽู…ููˆุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ู„ูŽุนูุจูŒ ูˆูŽู„ูŽู‡ู’ูˆูŒ ูˆูŽุฒููŠู’ู†ูŽุฉูŒ ูˆูŽุชูŽููŽุงุฎูุฑูŒ ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุชูŽูƒูŽุงุซูุฑูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ู„ูŽุงุฏู

โ€œKetahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga di antara kalian, dan berlomba-lomba dalam harta serta anak.โ€ (QS. Al-Hadid: 20)

Dunia memiliki karakter di antaranya, permainan yang melalaikan, kesenangan yang menipu, perhiasan yang memperdaya, kebanggaan yang semu, dan perlombaan yang tidak pernah selesai. Jika dunia menjadi tujuan utama, ia akan menguras jiwa, mengeraskan hati, dan menjauhkan manusia dari makna hidup yang sesungguhnya, hingga menjadikan ibadah terasa sebagai beban. Ketika dunia menjadi tujuan, akhirat terlupakan. Maka tidak mengherankan jika banyak orang yang mengeluh shalat terasa berat, Al-Qurโ€™an terasa jauh, doa terasa hambar, dan zikir tidak lagi menghadirkan ketenangan jiwa.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan sumber kerusakan ini dengan sabda beliau,

ุฃูŽู„ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ู…ูุถู’ุบูŽุฉู‹ุŒ ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ูŽุญูŽุชู’ ุตูŽู„ูŽุญูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ูƒูู„ู‘ูู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ููŽุณูŽุฏูŽุชู’ ููŽุณูŽุฏูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ูƒูู„ู‘ูู‡ูุŒ ุฃูŽู„ูŽุง ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู

โ€œKetahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.โ€ (HR. Al-Bukhari nomor 52 dan Muslim nomor 1220)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menegaskan bahwa akar dari baik dan rusaknya manusia adalah hati. Lelahnya badan masih bisa disembuhkan dengan tidur, tetapi lelahnya hati hanya bisa disembuhkan dengan mendekat kepada Allah Taโ€™ala. Oleh karena itu, krisis terbesar manusia bukan krisis ekonomi atau fisik, melainkan krisis hati yang jauh dari Rabbnya.

Maโ€™asyiral muslimin rahimakumullah.

Kelelahan terbesar bukan pada badan, tetapi pada hati yang jauh dari Allah Taโ€™ala. Karena itulah Islam tidak menawarkan hiburan sebagai solusi utama, tetapi menawarkan penyucian hati. Islam tidak mengajarkan pelarian, tetapi mengajarkan untuk kembali kepada Allah.

Dalam kondisi seperti inilah Ramadhan datang. Ramadhan seolah berkata kepada kita, โ€œBerhentilah sejenak. Hentikan langkahmu yang terlalu cepat. Redam ambisimu yang berlebihan. Istirahatlah dari hiruk pikuk dunia, lalu perhatikan kembali hatimu.โ€

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi latihan besar pengendalian diri. Jika seorang hamba mampu menahan dirinya dari sesuatu yang sebelumnya halal karena Allah Taโ€™ala, seharusnya ia juga mampu menahan diri dari perkara haram, ambisi dunia yang melalaikan, hawa nafsu yang berlebihan, dan kesibukan yang menjauhkan dari Allah Taโ€™ala.

Puasa adalah penjaga seorang hamba, sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ุฌูู†ู‘ูŽุฉูŒ

โ€œPuasa adalah perisai.โ€ (HR. Al-Bukhari nomor 1795 dan Muslim nomor 1151)

Puasa menjadi perisai dari dominasi nafsu dan kegelisahan hati. Ia menjadi rem agar manusia tidak terus melaju mengejar dunia tanpa arah.

Maโ€™asyiral muslimin rahimakumullah.

Ramadhan mengajarkan manusia untuk kembali hidup sederhana. Makan, tidur, berbicara, dan berharap secukupnya. Sebab, jiwa yang lelah dan sakit tidak akan pernah sembuh dan membaik dengan sesuatu yang berlebihan, namun bisa sembuh dengan keseimbangan. Banyak hati rusak bukan karena kekurangan, tetapi karena tidak pernah merasa cukup.

Maโ€™asyiral muslimin rahimakumullah.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menegaskan prinsip ini dengan sabda beliau,

ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ู’ุบูู†ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ูƒูŽุซู’ุฑูŽุฉู ุงู„ู’ุนูŽุฑูŽุถูุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุบูู†ูŽู‰ ุบูู†ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู

โ€œKekayaan bukanlah karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya hati.โ€ (HR. Al-Bukhari nomor 6446 dan Muslim nomor 1051)

Lihatlah! Ketenangan lahir dari rasa cukup, bukan dari banyaknya kepemilikan. Ramadhan melatih qanaโ€™ah (merasa cukup), sebab jiwa tidak rusak oleh kekurangan, tetapi oleh ketamakan. Inilah penyakit sebagian manusia, bukan karena tidak memiliki, tetapi lantaran tidak qanaโ€˜ah. Oleh karena itu, Ramadhan hadir untuk membersihkan hati dari debu-debu dunia agar manusia kembali mengenal makna sebenarnya dari kecukupan dan ketenangan.

Khotbah Kedua

ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุญูŽู…ู’ุฏู‹ุง ูƒูŽุซููŠู’ุฑู‹ุง ุทูŽูŠู‘ูุจู‹ุง ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒู‹ุง ูููŠู’ู‡ูุŒ ู†ูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุดูŽุฑูŽุนูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ููŽุชูŽุญูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจู ู…ูู†ู’ู‡ูุŒ ูˆูŽู†ูŽุดู’ูƒูุฑูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠูŽุณู‘ูŽุฑูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุทู‘ูŽุงุนูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุทู‘ูู…ูŽุฃู’ู†ููŠู†ูŽุฉู. ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูฐู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ูุŒ ุฅูู…ูŽุงู…ู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ููŠู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽู‚ูุฏู’ูˆูŽุฉู ุงู„ุฐู‘ูŽุงูƒูุฑููŠู’ู†ูŽุŒ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู†ูŽ.

Maโ€™asyiral muslimin rahimakumullah.

Jika puasa adalah rem dan penjaga, maka zikir dan Al-Qurโ€™an adalah jalan pemulihan terdalam. Banyak orang mencari ketenangan dengan menyibukkan diri, padahal ketenangan justru lahir saat seorang hamba semakin dekat dengan Rabbnya. Allah Taโ€™ala telah menegaskan,

ุฃูŽู„ูŽุง ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ู‘ู ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู

โ€œIngatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.โ€ (QS. Ar-Raโ€™d: 28)

Ketenangan hati diraih bukan dengan harta, jabatan dan popularitas. Ketenangan adalah anugerah Allah Taโ€™ala yang diberikan kepada hati yang selalu mengingat-Nya.

Maโ€™asyiral muslimin rahimakumullah.

Ramadhan adalah kesempatan untuk menyediakan waktu hening, meskipun hanya beberapa menit setelah shalat, untuk benar-benar menghadirkan hati di hadapan Allah Taโ€™ala, berbicara kepada-Nya, mengadu kepada-Nya dan mengakui kelemahan diri di hadapan-Nya.

Al-Qurโ€™an pun diturunkan sebagai obat bagi hati yang sakit. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู†ูู†ูŽุฒู‘ูู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ู…ูŽุง ู‡ููˆูŽ ุดูููŽุงุกูŒ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ

โ€œDan Kami turunkan dari Al-Qurโ€™an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang beriman.โ€ (QS. Al-Israโ€™: 82).

Inilah hakikat healing sesungguhnya. Bukan melarikan diri dari masalah, tetapi mendekatkan diri kepada Allah Taโ€™ala dengan berzikir dan membaca Al-Qurโ€™an. Bukan mencari pelampiasan, tetapi perlindungan. Bukan menenangkan diri dengan dunia, tetapi dengan mendekat kepada Rabb pemilik dunia.

Maโ€™asyiral muslimin rahimakumullah.

Ramadhan adalah saatnya istirahat dari hiruk pikuk dunia. Saatnya membersihkan hati. Waktunya menyederhanakan hidup. Saatnya kembali pulang kepada Allah Taโ€™ala sebelum kita dipanggil untuk pulang selamanya.

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุดูุฏููŠู†ูŽุŒ ุฃูŽุจููŠ ุจูŽูƒู’ุฑูุŒ ูˆูŽุนูู…ูŽุฑูŽุŒ ูˆูŽุนูุซู’ู…ูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽุนูŽู„ููŠู‘ูุŒ ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ุตู‘ูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู†ูŽุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู.

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชูุŒ ุงู„ู’ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู. ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุง ู…ูู‚ูŽู„ู‘ูุจูŽ ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจูุŒ ุซูŽุจู‘ูุชู’ ู‚ูู„ููˆุจูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฏููŠู†ู’ููƒูŽ. ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู†ูŽู‚ู‘ู ู‚ูู„ููˆุจูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูุจู‘ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุงุŒ ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุง ู‚ูŽู„ู’ุจู‹ุง ู‚ูŽุงู†ูุนู‹ุงุŒ ูˆูŽู†ูŽูู’ุณู‹ุง ู…ูุทู’ู…ูŽุฆูู†ู‘ูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽุญูŽูŠูŽุงุฉู‹ ุจูŽุณููŠุทูŽุฉู‹ ุชูู‚ูŽุฑู‘ูุจูู†ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ. ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุชูŽุบู’ูŠููŠู’ุฑู ูˆูŽุชูŽุฌู’ุฏููŠู’ุฏู ูˆูŽุดูููŽุงุกู ู„ูู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽุงููู„ููŠู’ู†ูŽ. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู.

ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู ุจูุงู„ู’ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชูŽุงุกู ุฐููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ุŒ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ููŽุญู’ุดูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุบู’ูŠูุŒ ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ. ููŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ุŒ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูุนูŽู…ูู‡ู ูŠูŽุฒูุฏู’ูƒูู…ู’ุŒ ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูŽุง ุชูŽุตู’ู†ูŽุนููˆู†ูŽ.

Referensi

  • Shahih Al-Bukhari, Imam Al-Bukhari, Al-Maktabah Asy-Syamilah.
  • Shahih Muslim, Imam Muslim, Al-Maktabah Asy-Syamilah.


145