Saatnya Istirahat dari Hiruk Pikuk Dunia
Penulis: Abu Ady
Editor: Yum Roni Askosendra, Lc,. M.A.
Khotbah Pertama
ุฅูููู ุงููุญูู ูุฏู ูููููููุ ููุญูู ูุฏููู ุนูููู ููุนูู ูุฉู ุงููุฅูููู ูุงููุ ููููุดูููุฑููู ุนูููู ุจููููุบู ุดูููุฑู ุฑูู ูุถูุงููุ ุดูููุฑู ุงูุฑููุญูู ูุฉู ููุงููู ูุบูููุฑูุฉู ููุชูุฒูููููุฉู ุงูููููููุจูุ ููุญูู ูุฏููู ููููุณูุชูุนูููููู ููููุณูุชูุบูููุฑูููุ ููููุนููุฐู ุจูุงูููููู ู ููู ุดูุฑููุฑู ุฃูููููุณูููุง ููู ููู ุณููููุฆูุงุชู ุฃูุนูู ูุงููููุง. ู ููู ููููุฏููู ุงูููููู ููููุง ู ูุถูููู ููููุ ููู ููู ููุถููููู ููููุง ููุงุฏููู ูููู.
ููุฃูุดูููุฏู ุฃููู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููููู ููุญูุฏููู ููุง ุดูุฑููููู ููููุ ููุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ุณููููุฏูููุง ู ูุญูู ููุฏูุง ุนูุจูุฏููู ููุฑูุณููููููุ ุงูููุฐููู ุฌูุงุกูููุง ุจูุงูุตููููุงู ู ุทูููุงุฑูุฉู ูููููููููุณู ููุฑูุงุญูุฉู ูููููููููุจูุ ุงููููููู ูู ุตูููู ููุณููููู ู ููุจูุงุฑููู ุนูููููููุ ููุนูููู ุขูููู ููุตูุญูุจููู ุฃูุฌูู ูุนูููู.
ุฃูู ููุง ุจูุนูุฏูุ ููุฃูููุตูููููู ู ููููููุณูู ุจูุชูููููู ุงููููููุ ููุฅูููู ุงูุชููููููู ุฎูููุฑู ุฒูุงุฏู ููููููู ู ุงููู ูุนูุงุฏูุ ููุงูู ุงูููููู ุชูุนูุงููู: ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐููููู ุขู ููููุง ุงุชูููููุง ุงูููููู ุญูููู ุชูููุงุชููู ููููุง ุชูู ููุชูููู ุฅููููุง ููุฃูููุชูู ู ู ูุณูููู ูููู.
Maโasyiral muslimin rahimakumullah.
Ketahuilah bahwa Allah Subhanahu wa Taโala tidak menurunkan syariat-Nya untuk memberatkan manusia, tetapi untuk memberikan kebahagian di dunia dan akhirat. Allah Taโala tidak memerintahkan ibadah agar hamba-Nya semakin lelah dan tertekan, tetapi supaya hati yang letih menemukan kembali ketenangannya, jiwa yang kotor kembali bersih, dan hidup yang terlalu jauh dari Allah kembali pulang ke jalan-Nya. Karena itulah Ramadhan hadir bukan sekadar rutinitas tahunan; melainkan sebagai momen perubahan, perbaikan, dan pemulihan yang sangat dalam maknanya.
Selama sebelas bulan lamanya, kita hidup dalam pusaran dunia yang tak pernah berhenti. Dunia yang terus menuntut, menekan, dan memaksa kita untuk berlari tanpa jeda. Pagi hingga malam hari diisi dengan urusan pekerjaan, target materi, ambisi pribadi, dan keinginan yang tidak pernah merasa cukup. Akibatnya, banyak manusia yang secara fisik tampak sehat, tetapi hatinya rapuh. Banyak yang tampak tersenyum, tetapi jiwanya kosong. Banyak manusia yang memiliki segalanya, tetapi tidak memiliki ketenangan. Inilah kelelahan yang paling berbahaya yaitu kelelahan hati.
Maโasyiral muslimin rahimakumullah.
Allah Subhanahu wa Taโala telah mengingatkan kita tentang hakikat kehidupan dunia ini dalam firman-Nya,
ุงูุนูููู ููุง ุฃููููู ูุง ุงููุญูููุงุฉู ุงูุฏููููููุง ููุนูุจู ูููููููู ููุฒูููููุฉู ููุชูููุงุฎูุฑู ุจูููููููู ู ููุชูููุงุซูุฑู ููู ุงููุฃูู ูููุงูู ููุงููุฃูููููุงุฏู
โKetahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga di antara kalian, dan berlomba-lomba dalam harta serta anak.โ (QS. Al-Hadid: 20)
Dunia memiliki karakter di antaranya, permainan yang melalaikan, kesenangan yang menipu, perhiasan yang memperdaya, kebanggaan yang semu, dan perlombaan yang tidak pernah selesai. Jika dunia menjadi tujuan utama, ia akan menguras jiwa, mengeraskan hati, dan menjauhkan manusia dari makna hidup yang sesungguhnya, hingga menjadikan ibadah terasa sebagai beban. Ketika dunia menjadi tujuan, akhirat terlupakan. Maka tidak mengherankan jika banyak orang yang mengeluh shalat terasa berat, Al-Qurโan terasa jauh, doa terasa hambar, dan zikir tidak lagi menghadirkan ketenangan jiwa.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan sumber kerusakan ini dengan sabda beliau,
ุฃูููุง ููุฅูููู ููู ุงููุฌูุณูุฏู ู ูุถูุบูุฉูุ ุฅูุฐูุง ุตูููุญูุชู ุตูููุญู ุงููุฌูุณูุฏู ูููููููุ ููุฅูุฐูุง ููุณูุฏูุชู ููุณูุฏู ุงููุฌูุณูุฏู ูููููููุ ุฃูููุง ูููููู ุงููููููุจู
โKetahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.โ (HR. Al-Bukhari nomor 52 dan Muslim nomor 1220)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menegaskan bahwa akar dari baik dan rusaknya manusia adalah hati. Lelahnya badan masih bisa disembuhkan dengan tidur, tetapi lelahnya hati hanya bisa disembuhkan dengan mendekat kepada Allah Taโala. Oleh karena itu, krisis terbesar manusia bukan krisis ekonomi atau fisik, melainkan krisis hati yang jauh dari Rabbnya.
Maโasyiral muslimin rahimakumullah.
Kelelahan terbesar bukan pada badan, tetapi pada hati yang jauh dari Allah Taโala. Karena itulah Islam tidak menawarkan hiburan sebagai solusi utama, tetapi menawarkan penyucian hati. Islam tidak mengajarkan pelarian, tetapi mengajarkan untuk kembali kepada Allah.
Dalam kondisi seperti inilah Ramadhan datang. Ramadhan seolah berkata kepada kita, โBerhentilah sejenak. Hentikan langkahmu yang terlalu cepat. Redam ambisimu yang berlebihan. Istirahatlah dari hiruk pikuk dunia, lalu perhatikan kembali hatimu.โ
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi latihan besar pengendalian diri. Jika seorang hamba mampu menahan dirinya dari sesuatu yang sebelumnya halal karena Allah Taโala, seharusnya ia juga mampu menahan diri dari perkara haram, ambisi dunia yang melalaikan, hawa nafsu yang berlebihan, dan kesibukan yang menjauhkan dari Allah Taโala.
Puasa adalah penjaga seorang hamba, sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
ุงูุตููููุงู ู ุฌููููุฉู
โPuasa adalah perisai.โ (HR. Al-Bukhari nomor 1795 dan Muslim nomor 1151)
Puasa menjadi perisai dari dominasi nafsu dan kegelisahan hati. Ia menjadi rem agar manusia tidak terus melaju mengejar dunia tanpa arah.
Maโasyiral muslimin rahimakumullah.
Ramadhan mengajarkan manusia untuk kembali hidup sederhana. Makan, tidur, berbicara, dan berharap secukupnya. Sebab, jiwa yang lelah dan sakit tidak akan pernah sembuh dan membaik dengan sesuatu yang berlebihan, namun bisa sembuh dengan keseimbangan. Banyak hati rusak bukan karena kekurangan, tetapi karena tidak pernah merasa cukup.
Maโasyiral muslimin rahimakumullah.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menegaskan prinsip ini dengan sabda beliau,
ููููุณู ุงููุบูููู ุนููู ููุซูุฑูุฉู ุงููุนูุฑูุถูุ ููููููููู ุงููุบูููู ุบูููู ุงููููููุณู
โKekayaan bukanlah karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya hati.โ (HR. Al-Bukhari nomor 6446 dan Muslim nomor 1051)
Lihatlah! Ketenangan lahir dari rasa cukup, bukan dari banyaknya kepemilikan. Ramadhan melatih qanaโah (merasa cukup), sebab jiwa tidak rusak oleh kekurangan, tetapi oleh ketamakan. Inilah penyakit sebagian manusia, bukan karena tidak memiliki, tetapi lantaran tidak qanaโah. Oleh karena itu, Ramadhan hadir untuk membersihkan hati dari debu-debu dunia agar manusia kembali mengenal makna sebenarnya dari kecukupan dan ketenangan.
Khotbah Kedua
ุงููุญูู ูุฏู ููููููู ุญูู ูุฏูุง ููุซูููุฑูุง ุทููููุจูุง ู ูุจูุงุฑูููุง ููููููุ ููุญูู ูุฏููู ุนูููู ู ูุง ุดูุฑูุนู ููููุง ู ููู ุงูุตููููุงู ูุ ููู ูุง ููุชูุญู ููููุง ููู ุฑูู ูุถูุงูู ู ููู ุฃูุจูููุงุจู ุงูุฑููุญูู ูุฉู ููุงููููุฑูุจู ู ูููููุ ููููุดูููุฑููู ุนูููู ู ูุง ููุณููุฑู ููููุง ูููููู ู ููู ุงูุทููุงุนูุงุชู ููุงูุทููู ูุฃููููููุฉู. ููุฃูุดูููุฏู ุฃููู ููุง ุฅูููฐูู ุฅููููุง ุงูููููู ููุญูุฏููู ููุง ุดูุฑููููู ููููุ ููุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ู ูุญูู ููุฏูุง ุนูุจูุฏููู ููุฑูุณููููููุ ุฅูู ูุงู ู ุงูุตููุงุฆูู ูููููุ ููููุฏูููุฉู ุงูุฐููุงููุฑูููููุ ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุนูููู ุขูููู ููุตูุญูุจููู ุฃูุฌูู ูุนูููู.
Maโasyiral muslimin rahimakumullah.
Jika puasa adalah rem dan penjaga, maka zikir dan Al-Qurโan adalah jalan pemulihan terdalam. Banyak orang mencari ketenangan dengan menyibukkan diri, padahal ketenangan justru lahir saat seorang hamba semakin dekat dengan Rabbnya. Allah Taโala telah menegaskan,
ุฃูููุง ุจูุฐูููุฑู ุงูููููู ุชูุทูู ูุฆูููู ุงูููููููุจู
โIngatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.โ (QS. Ar-Raโd: 28)
Ketenangan hati diraih bukan dengan harta, jabatan dan popularitas. Ketenangan adalah anugerah Allah Taโala yang diberikan kepada hati yang selalu mengingat-Nya.
Maโasyiral muslimin rahimakumullah.
Ramadhan adalah kesempatan untuk menyediakan waktu hening, meskipun hanya beberapa menit setelah shalat, untuk benar-benar menghadirkan hati di hadapan Allah Taโala, berbicara kepada-Nya, mengadu kepada-Nya dan mengakui kelemahan diri di hadapan-Nya.
Al-Qurโan pun diturunkan sebagai obat bagi hati yang sakit. Allah Taโala berfirman,
ููููููุฒูููู ู ููู ุงููููุฑูุขูู ู ูุง ูููู ุดูููุงุกู ููุฑูุญูู ูุฉู ููููู ูุคูู ูููููู
โDan Kami turunkan dari Al-Qurโan sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang beriman.โ (QS. Al-Israโ: 82).
Inilah hakikat healing sesungguhnya. Bukan melarikan diri dari masalah, tetapi mendekatkan diri kepada Allah Taโala dengan berzikir dan membaca Al-Qurโan. Bukan mencari pelampiasan, tetapi perlindungan. Bukan menenangkan diri dengan dunia, tetapi dengan mendekat kepada Rabb pemilik dunia.
Maโasyiral muslimin rahimakumullah.
Ramadhan adalah saatnya istirahat dari hiruk pikuk dunia. Saatnya membersihkan hati. Waktunya menyederhanakan hidup. Saatnya kembali pulang kepada Allah Taโala sebelum kita dipanggil untuk pulang selamanya.
ุงููููููู ูู ุตูููู ููุณููููู ู ููุจูุงุฑููู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ู ูุญูู ููุฏูุ ููุนูููู ุขูููู ููุตูุญูุจููู ุฃูุฌูู ูุนูููููุ ููุงุฑูุถู ุงููููููู ูู ุนููู ุงููุฎูููููุงุกู ุงูุฑููุงุดูุฏููููุ ุฃูุจูู ุจูููุฑูุ ููุนูู ูุฑูุ ููุนูุซูู ูุงููุ ููุนููููููุ ููุนููู ุณูุงุฆูุฑู ุงูุตููุญูุงุจูุฉู ููุงูุชููุงุจูุนููููุ ููู ููู ุชูุจูุนูููู ู ุจูุฅูุญูุณูุงูู ุฅูููู ููููู ู ุงูุฏููููู.
ุงููููููู ูู ุงุบูููุฑู ููููู ูุณูููู ูููู ููุงููู ูุณูููู ูุงุชูุ ููุงููู ูุคูู ูููููู ููุงููู ูุคูู ูููุงุชูุ ุงููุฃูุญูููุงุกู ู ูููููู ู ููุงููุฃูู ูููุงุชู. ุงููููููู ูู ููุง ู ููููููุจู ุงูููููููุจูุ ุซูุจููุชู ูููููุจูููุง ุนูููู ุฏููููููู. ุงููููููู ูู ููููู ูููููุจูููุง ู ููู ุญูุจูู ุงูุฏููููููุงุ ููุงุฑูุฒูููููุง ููููุจูุง ููุงููุนูุงุ ููููููุณูุง ู ูุทูู ูุฆููููุฉูุ ููุญูููุงุฉู ุจูุณููุทูุฉู ุชูููุฑููุจูููุง ุฅููููููู. ุงููููููู ูู ุงุฌูุนููู ุฑูู ูุถูุงูู ููุฐูุง ุฑูู ูุถูุงูู ุชูุบูููููุฑู ููุชูุฌูุฏูููุฏู ููุดูููุงุกู ูููููููุจูููุงุ ููููุง ุชูุฌูุนูููููุง ู ููู ุงููุบูุงูููููููู. ุฑูุจููููุง ุขุชูููุง ููู ุงูุฏููููููุง ุญูุณูููุฉูุ ููููู ุงููุขุฎูุฑูุฉู ุญูุณูููุฉูุ ููููููุง ุนูุฐูุงุจู ุงููููุงุฑู.
ุนูุจูุงุฏู ุงููููููุ ุฅูููู ุงูููููู ููุฃูู ูุฑู ุจูุงููุนูุฏููู ููุงููุฅูุญูุณูุงูู ููุฅูููุชูุงุกู ุฐูู ุงููููุฑูุจููุ ููููููููู ุนููู ุงููููุญูุดูุงุกู ููุงููู ูููููุฑู ููุงููุจูุบูููุ ููุนูุธูููู ู ููุนููููููู ู ุชูุฐููููุฑูููู. ููุงุฐูููุฑููุง ุงูููููู ุงููุนูุธูููู ู ููุฐูููุฑูููู ูุ ููุงุดูููุฑูููู ุนูููู ููุนูู ููู ููุฒูุฏูููู ูุ ููููุฐูููุฑู ุงูููููู ุฃูููุจูุฑู ููุงูููููู ููุนูููู ู ู ูุง ุชูุตูููุนูููู.
Referensi
- Shahih Al-Bukhari, Imam Al-Bukhari, Al-Maktabah Asy-Syamilah.
- Shahih Muslim, Imam Muslim, Al-Maktabah Asy-Syamilah.