🎧 Dengarkan Artikel (Digenerate dengan openai)

Raker HSI: Akselerasi Sinergi dan Kolaborasi Baru

Reporter: Ridzky Aditya Saputra
Redaktur: Happy Chandraleka

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ
Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan (sebaik-baiknya)
(HR. al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman (4/334, no. 5312))[1]

Sebagian orang kerap mengaitkan rapat kerja (Raker) dengan tumpukan agenda, diskusi panjang, diikuti deretan target. Namun, tampaknya tak demikian halnya dengan Raker di lingkungan Yayasan HSI AbdullahRoy. Raker itu terlihat bukan sekadar rutinitas tahunan. Forum tersebut digadang menjadi momen evaluasi dan penegasan arah, agar langkah dakwah yang dijalankan dapat memberi manfaat lebih luas bagi umat dan para santri, insyaallah.

Pada 31 Oktober hingga 3 November 2025 lalu, Aula Hotel Syariah Solo, Surakarta, menjadi tempat penyelenggaraan Raker HSI. Para ketua divisi (Kadiv) yang menjadi mayoritas peserta tampak hadir dengan kesiapan penuh. Laptop, berkas, dan alat tulis tersusun di meja, menggambarkan keseriusan 29 divisi yang kini berada di bawah naungan Yayasan HSI AbdullahRoy, dalam mengumumkan agenda kerja masing-masing.

Forum dibuka bukan dengan sesi laporan kerja atau paparan program, melainkan nasihat awal dari Ustadzuna Dr. Abdullah Roy, M.A. yang menjadi pemantik semangat para Kadiv sebelum rangkaian Raker dimulai.

Ketua Yayasan HSI AbdullahRoy, Akhuna Heru Nur Ihsan, menyatakan kepada Majalah HSI bahwa Ustadzuna berpesan kepada para pengurus untuk ikhlas dalam berkarya dan berkontribusi. “Ini ikhtiar kita, tetapi hasil di Tangan Allah, dan kita harus berusaha mengambil sebab untuk mendapatkan hasil maksimal,” tutur Pak Ihsan.

Akselerasi Sinergi dan Kolaborasi

Tahun ini, Raker HSI mengambil tema “Mengakselerasi Sinergi dan Kolaborasi Menuju Transformasi HSI yang Lebih Agile dan Mandiri.” Sesuai tema tersebut, HSI berusaha untuk mengoptimalkan kecepatan sinergi dan kolaborasi antar divisi agar terbentuk tim yang agile atau lincah dan adaptif serta mandiri. Semua ini dilakukan agar HSI tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan yang terjadi.

“Yang ingin kami capai di Raker adalah akselerasi. Kami sudah ada sinergi dan kolaborasi, baik di teman-teman internal dan antar divisi. Kami ingin ada akselerasi,” ungkap Pak Ihsan. Hal ini akhirnya berdampak pada alur Raker. “Modelnya satu divisi memaparkan program utama, kemudian diberikan feed forward bagaimana menghadapi tantangan tersebut,” jelas Pak Ihsan.

“Jadi satu divisi itu bisa mendapat banyak masukan dari divisi lain. Sinergi dan kolaborasinya terasa sekali. Tentunya tantangan pasti ada, perubahan enggak bisa kita prediksi, yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan tim kita bersama-sama. Harapan dari sinergi ini lebih ke impact yang lebih baik. Fokus utama yang ingin dicapai di akhir 2026 adalah menjadi lembaga yang lebih agile menghadapi perubahan dan menangkap peluang,” Pak Ihsan menambahkan.

Evolusi Raker HSI

Memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menyuguhkan Raker berformat sederhana, tahun ini Yayasan HSI membawa pendekatan baru yang tampak lebih terstruktur. Tahapan Raker diawali jauh hari dengan program pra-Raker yang diadakan di masing-masing divisi.

“Raker tahun ini sedikit berbeda dari tahun lalu. Ada pra-Raker, persiapannya tiga bulan sebelumnya. Prosesnya ada brainstorming yayasan dengan setiap divisi, membuat analisis SWOT internal. Dari situ, divisi membuat proker (program kerja, red) yang diajukan ke yayasan. Prokernya dipresentasikan dan dihadiri semua divisi untuk diberikan feed forward,” ungkap Ketua Panitia Raker HSI, Akhuna Angga Pratama.

“Setelah itu, ada forum internal untuk menentukan program apa yang di-ACC (disetujui, red), karena HSI punya arah ke depan. Jadi program yang diajukan akan dipilih untuk kebutuhan yayasan ke depannya,” imbuh pemilik kunyah Abu Thalha ini. Ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan, program kerja dan perencanaan bujet merupakan satu paket yang wajib disiapkan oleh setiap divisi. Keduanya saling terkait: program yang baik membutuhkan dukungan anggaran yang tepat, sementara anggaran yang tersusun rapi hanya bermakna jika didasarkan pada program yang jelas. Kombinasi inilah yang kerap menjadi tantangan bagi divisi-divisi di HSI dalam menyusun rencana kerja tahunan.

“Semua divisi diminta menyerahkan proker dan rencana bujet. Divisi lebih mengerti kondisi atau kekuatan dan kemampuan yang dimiliki. Tetapi dengan adanya analisis SWOT, ini bisa diukur peluang ke depan. Sehingga ketika membuat program ke depan, menjadi lebih siap,” kata Akhuna Angga.

“Untuk tantangannya lebih ke timeline yang meleset. Karena butuh waktu dan usaha menganalisis. Banyak divisi yang butuh waktu tambahan, jadi jadwalnya meleset. Tapi alhamdulillah semua divisi presentasi sesuai jadwal,” ia menambahkan.

Ruang Refleksi dan Prestasi

Di sisi lain, Raker adalah sebuah ruang refleksi kinerja tiap divisi dalam setahun terakhir. Ada yang sukses, tapi tak sedikit yang belum terwujud. Meski demikian, semua divisi tampak telah berupaya maksimal dalam memperbaiki hal-hal yang belum sempurna sebelumnya.

Bagi HSI GoPro refleksi 2025 ibarat lintasan panjang dengan dinamika yang padat. Sebagai event organizer andalan HSI, alhamdulillah, GoPro telah merampungkan banyak event di tahun lalu. Salah satunya melahirkan sebuah acara fenomenal yang bertajuk Pasar Cantik Muslimah 2025 di Jakarta.

Kepala Divisi HSI GoPro, Akhuna Andry Anuttama Swaputra menuturkan bahwa kesuksesan berbagai event yang diselenggarakan HSI GoPro tak lepas dari taufik dan pertolongan Allah ‘Azza wa Jalla. “Biidznillah dengan taufik dari Allah, HSI GoPro telah menggelar banyak sekali kegiatan yang bermanfaat bagi dakwah dan kaum muslimin dan telah ikut berkontribusi menyumbang pemasukan bagi Yayasan HSI AbdullahRoy untuk mendukung keberlangsungan dakwah,” Akhuna Andry mengatakan.

“Salah satu tantangannya adalah menggelar dan mempersiapkan event Pasar Cantik Muslimah 2025 yang alhamdulillah, biidznillah, stand-stand yang kita jual sold out dan event berlangsung dengan sukses,” ucapnya.

Antara Peran dan Pencapaian

Baitul Maal wat Tamwil (BMT) juga memiliki refleksi yang tak kalah penting. Lembaga keuangan syariah milik HSI ini memiliki peran strategis yang memberi kebermanfaatan bagi santri HSI secara khusus, maupun kaum muslimin pada umumnya.

Manajer BMT HSI, Akhuna Muhammad Nur Wahyu mengungkapkan salah satu pencapaian terbesar BMT HSI di 2025, ialah pembukaan program pembiayaan rekomendasi penanggung jawab (PJ) Divisi HSI Abdullah Roy, di tengah kendala peralihan software keuangan.

“Pencapaian terbesar yang diraih oleh divisi pada tahun lalu adalah membuka program pembiayaan rekomendasi PJ divisi HSI Abdullah Roy. Serta tantangan terbesar bagi kami ialah peralihan software keuangan,” ungkap Akhuna Wahyu.

Selain itu, BMT juga menargetkan beberapa program lain untuk menghadapi tantangan ke depan. Salah satunya ialah kemungkinan melakukan kerja sama antar divisi dan pihak eksternal. Ide ini tercetus lewat proses Raker yang melibatkan masukan dari berbagai divisi HSI.

“Dengan mengetahui lebih lanjut kondisi atau kendala terbesar divisi lain, kami menjadi lebih mengetahui potensi kerja sama yang diharapkan oleh rekan-rekan di divisi lain. Dan beragamnya latar belakang dan ruang gerak divisi yang berbeda-beda, membuat insight kami menjadi lebih terbuka luas,” kata Akhuna Wahyu.

“Kami ada dua program utama yang disiapkan, yaitu kerja sama dengan yayasan eksternal untuk memperluas jaringan dan penyebaran manfaat. Serta pengembangan marketing berbasis komunitas untuk menajamkan pangsa pasar internal,” imbuh santri Angkatan 181 tersebut.

Arah Baru Kolaborasi

Bentuk refleksi dan kolaborasi dalam Raker, berporos pada arah kebijakan yang bertujuan memudahkan santri dalam mengakses ilmu dan layanan HSI. Di waktu mendatang, santri akan disuguhkan kolaborasi antar divisi yang menambah keragaman dan ilmu yang lebih luas.

Sayangnya, program-program tersebut belum bisa dibocorkan sekarang. Karena nantinya akan menjadi hadiah kejutan untuk para santri HSI, biidznillah, tidak akan lama lagi.

“Berangkat dari ide teman-teman divisi saat brainstorming, program di 2025 ada yang sudah berjalan dengan baik, dan ada perbaikan program yang bisa dimaksimalkan lagi. Ada banyak program baru yang tidak ada di 2025, tapi ada di tahun 2026,” ujar Pak Ihsan.

“Dari yayasan mendampingi teman-teman antar divisi. Sinergi dengan melempar feed forward, rasanya beda banget. Dari situ teman-teman idenya kami follow up dengan metode 5W + 1H. Who di situ, bisa melibatkan divisi lain,” tambahnya.

Manfaat untuk Santri

Para santri adalah cermin yang akan menunjukkan sejauh mana program divisi dalam Raker memberikan dampak nyata. Mereka adalah indikator paling jujur karena merasakan langsung manfaat semua program di HSI.

Ummu Muhammad misalnya. Ia sangat terkesan dengan Pasar Cantik Muslimah (PCM) 2025. Menurutnya, PCM 2025 merupakan program terbaik yang perlu dihadirkan secara reguler.

“Ana sangat mengapresiasi program Pasar Cantik Muslimah 2025. Karena itu wadah yang sangat bagus untuk ummahat seperti ana. Sangat memfasilitasi para ummahat, me time-nya para akhwat. Beberapa teman pun bilang, program ini harus ada setiap tahunnya,” ucapnya.

Ummu Muhammad menambahkan, “Selain itu, program KBM Reguler juga sudah semakin matang. Hampir tidak ada lagi kasus server down. Tampilan webnya juga sudah makin minimalis.”


Sedikit berbeda, Ummu Shafiyyah punya penilaian sendiri tentang beberapa program di HSI. Meski baru aktif setahun terakhir sebagai santri, ia mengaku takjub karena HSI memiliki banyak divisi yang mewadahi banyak minat para santri.

“Saat ini ana baru aktif mengikuti KBM Reguler. Ana baru tahu ternyata di HSI ini ada banyak sekali ya program menarik. Ada event keluarga anak, haji-umrah, bahkan sampai ada ta’aruf dan pernikahan syar’i atau Khairunnikah Walimah Syar’i. Ini sangat lengkap dan perlu diapresiasi sekali. Insyaallah, kalau tahun depan tidak sibuk, ana mau coba beberapa program di HSI seperti Fusha,” ujarnya.

Sebuah Titik Balik

Raker bukan sekadar rutinitas tahunan atau ajang mengumpulkan dokumen. Raker adalah titik balik tempat arah dakwah HSI kembali dikukuhkan. Di sinilah niat diluruskan, strategi diperjelas, dan langkah tahun berikutnya dipertajam. Setiap divisi hadir membawa tanggung jawab untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi para santri dan umat.

Setiap ide yang muncul di forum Raker bukan hanya gagasan kerja, tetapi doa yang dipanjatkan untuk kemajuan dakwah. Dari ruang inilah pijakan baru ditetapkan, prioritas dipertegas, dan komitmen diperbaharui.

Semoga Raker HSI menjadi momentum lahirnya keputusan-keputusan yang lebih tajam, kerja yang lebih tertib, dan pelayanan yang semakin mendekatkan manfaat dakwah kepada umat. Semoga setiap upaya yang dirumuskan di dalamnya menjadi amal jariyah yang terus mengalir, menguatkan langkah HSI dalam membimbing para santri menuju kebaikan dan keberkahan, insyaallah.