Perjuangan Rasulullah Menyelamatkan Umatnya dari Neraka
Penulis: Abdullah Yahya An-Najaty, Lc.
Editor: Yum Roni Askosendra, Lc,. M.A.
ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนูููููุ ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุงูู: ยซุฅููููู ูุง ู ูุซูููู ููู ูุซููู ุงููููุงุณู ููู ูุซููู ุฑูุฌููู ุงุณูุชูููููุฏู ููุงุฑูุงุ ููููู ููุง ุฃูุถูุงุกูุชู ู ูุง ุญููููููู ุฌูุนููู ุงููููุฑูุงุดูุ ููููุฐููู ุงูุฏููููุงุจูู ุงูููุชูู ุชูููุนู ููู ุงููููุงุฑู ููููุนููู ูููููุง ููุฌูุนููู ููููุฒูุนูููููู ููููุบูููุจููููู ููููููุชูุญูู ููู ูููููุงุ ููุฃูููุง ุขุฎูุฐู ุจูุญูุฌูุฒูููู ู ุนููู ุงููููุงุฑู ููููู ู ููููุชูุญูู ูููู ูููููุงยป
Dari Abu Hurairah radhiyallahu โanhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, โSesungguhnya perumpamaanku dengan manusia adalah seperti seorang laki-laki yang menyalakan api. Ketika api itu telah menerangi sekelilingnya, laron dan berbagai serangga yang biasa terbang lalu jatuh ke dalam api mulai berjatuhan ke dalamnya. Orang itu pun berusaha menghalau dan menarik mereka agar tidak masuk ke dalam api, tetapi mereka terus mengalahkannya dan menerobos masuk ke dalamnya. Demikian pula aku memegang ikat pinggang kalian agar tidak terjerumus ke dalam neraka, sementara kalian terus menerobos masuk ke dalamnya.โ
Takhrij Hadits
Hadits ini shahih. Dikeluarkan Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya, nomor 6483, dan Muslim dalam kitab Shahih-nya, nomor 2284, dari sahabat, Abu Hurairah radhiyallahu โanhu.
Makna Umum Hadits
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengibaratkan dirinya sebagai seorang laki-laki yang menyalakan api sehingga menerangi sekitarnya, namun laron dan serangga justru berbondong-bondong menjatuhkan diri ke dalamnya. Orang itu berusaha menghalau dan menahan mereka, tetapi mereka tetap memaksa masuk hingga binasa. Demikian pula Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan hukum-hukum Allah, menerangkan batas-batas syariat, serta memperingatkan umat dari berbagai kemaksiatan yang menjadi sebab masuk neraka. Beliau seakan-akan memegang ikat pinggang manusia agar tidak terjerumus ke dalamnya, tetapi kebanyakan dari mereka justru melepaskan diri karena mengikuti hawa nafsu. Sebagaimana api yang semestinya memberi manfaat malah menjadi sebab kebinasaan laron karena kebodohannya. Demikian pula, penjelasan Al-Qurโan dan As-Sunnah yang diturunkan sebagai petunjuk sering kali diabaikan, sehingga manusia melampaui batas-batas Allah dan menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam kebinasaan.[1]
Syarah Hadits
Kalimat (ุฅููููู ูุง ู ูุซูููู ููู ูุซููู ุงููููุงุณู) merupakan perumpamaan ajakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Islam yang menyelamatkan manusia dari neraka, sedangkan hawa nafsu menghiasi kebatilan sehingga banyak orang enggan mengikutinya. Perumpamaan ini menggambarkan sikap manusia terhadap dakwah beliau.[2] Adapun kata innamฤ (sesungguhnya) hanya membatasi perumpamaan pada sisi ini, bukan seluruh hubungan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan umatnya.[3]
Kalimat (ููู ูุซููู ุฑูุฌููู ุงุณูุชูููููุฏู ููุงุฑูุงุ ููููู ููุง ุฃูุถูุงุกูุชู ู ูุง ุญููููููู) menggambarkan orang itu berusaha menyalakan api hingga sekelilingnya terang.[4] Ini melambangkan tampaknya kebenaran dan jelasnya petunjuk, sehingga tidak ada lagi alasan untuk mengingkarinya.[5]
Kalimat (ุฌูุนููู ุงููููุฑูุงุดู ููููุฐููู ุงูุฏููููุงุจูู ุงูููุชูู ุชูููุนู ููู ุงููููุงุฑู ููููุนููู ูููููุง ููุฌูุนููู ููููุฒูุนูููููู ููููุบูููุจููููู ููููููุชูุญูู ููู ูููููุง) menggambarkan laron dan serangga kecil lainnya biasa tertarik pada cahaya api hingga tanpa sadar menjatuhkan diri ke dalamnya. Meskipun dihalangi, mereka tetap menerobos masuk tanpa menyadari bahaya yang menantinya.[6] Imam Al-Ghazali rahimahullah menjelaskan bahwa manusia yang mengejar syahwat seperti laron yang tertipu cahaya api. Namun, kebodohan manusia lebih besar, karena laron hanya binasa sesaat, sedangkan manusia yang terjerumus ke dalam neraka akan menghadapi azab yang sangat lama, bahkan kekal selama-lamanya.[7] Abu Bakar Ibnu Al-โArabi rahimahullah menambahkan bahwa manusia sebenarnya tidak bermaksud membinasakan dirinya. Mereka terjerumus ke dalam dosa karena mengira perbuatan itu membawa manfaat atau karena tertipu oleh hawa nafsu, sebagaimana laron mendekati api bukan untuk binasa, melainkan karena terpikat oleh cahayanya.[8]
Kalimat (ููุฃูููุง ุขุฎูุฐู ุจูุญูุฌูุฒูููู ู ุนููู ุงููููุงุฑู ููููู ู ููููุชูุญูู ูููู ูููููุง) menunjukkan kuatnya usaha Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menahan umatnya agar tidak terjerumus ke dalam neraka. Kata แธฅujaz berarti tempat mengikat kain sarung di pinggang, yang menggambarkan betapa eratnya Nabi berusaha menarik umatnya dari sebab-sebab kebinasaan, sementara mereka tetap melemparkan diri ke dalam neraka dengan melakukan kemaksiatan.[9]
Perumpamaan ini menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bukan sekadar menyampaikan wahyu, tetapi juga berusaha melindungi umatnya dari setiap sebab yang mengantarkan kepada kebinasaan. Oleh karena itu, beliau lebih banyak memperingatkan umat dari bahaya dosa, mengingat tabiat manusia cenderung mengejar kesenangan dunia. Allah โAzza wa Jalla berfirman,
๏ดฟููููุฏู ุฌูุงุกูููู ู ุฑูุณูููู ู ููู ุฃูููููุณูููู ู ุนูุฒููุฒู ุนููููููู ู ูุง ุนูููุชููู ู ุญูุฑููุตู ุนูููููููู ู ุจูุงููู ูุคูู ูููููู ุฑูุกูููู ุฑูุญููู ู๏ดพ
โSungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan terhadap orang-orang mukmin beliau sangat penyantun lagi Maha Penyayang.โ (QS. At-Taubah : 128).[10]
Perlindungan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak hanya diwujudkan melalui doa, tetapi juga melalui syariat yang membimbing umat menuju keselamatan. Karena itulah beliau memperingatkan umat dari perbuatan syirik, bid'ah, riba, zina, khamr, kezaliman, dan seluruh dosa besar, sebab semuanya merupakan jalan menuju azab Allah. Semisal sabda beliau,
ู ููู ู ูุงุชู ููุดูุฑููู ุจูุงูููู ุดูููุฆูุง ุฏูุฎููู ุงููููุงุฑู
โBarang siapa meninggal dunia dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, maka ia akan masuk neraka.โ (HR. Al-Bukhari nomor 1238 dan Muslim nomor 92).
Begitu juga sabdanya,
ุฅููููุงููู ู ููู ูุญูุฏูุซูุงุชู ุงููุฃูู ููุฑูุ ููุฅูููู ููููู ู ูุญูุฏูุซูุฉู ุจูุฏูุนูุฉูุ ููููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถูููุงููุฉู
โJauhilah oleh kalian perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah kesesatan.โ (HR. Abu Dawud nomor 4607; dinilai shahih oleh Al-Albani).
Dengan demikian, setiap perintah dan larangan dalam syariat merupakan wujud nyata kasih sayang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam agar umatnya selamat dari neraka.
Pesan hadits ini semakin relevan pada masa sekarang. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mengetahui kebenaran saja tidak cukup. Seseorang bisa memahami mana yang baik dan mana yang berbahaya, tetapi tetap memilih jalan yang salah karena dorongan hawa nafsu, kebiasaan, dan pengaruh lingkungan.[11] Kondisi ini juga terlihat di Indonesia. Pada 2026, jumlah pengguna internet telah mencapai 235,26 juta orang (81,72% dari populasi), sementara pemerintah masih menangani jutaan konten negatif, seperti judi daring dan pornografi.[12] Fakta ini menunjukkan bahwa kemudahan mengakses informasi harus diimbangi dengan iman dan ilmu agar tidak menjerumuskan manusia. Inilah gambaran yang telah diperingatkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: banyak orang mengetahui bahaya, tetapi tetap mendekatinya.
Oleh karena itu, mencintai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak cukup hanya dengan memperbanyak shalawat. Kecintaan yang sejati diwujudkan dengan mengikuti sunnah beliau, mempelajari akidah yang benar dari ulama Ahlussunnah yang terpercaya, menjauhi sebab-sebab maksiat, memperbanyak muhasabah, membaca sirah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, serta menjadikan Al-Qurโan dan Sunnah sebagai pedoman hidup. Perumpamaan laron dan api mengingatkan bahwa setiap perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah jalan keselamatan, sedangkan setiap larangan beliau merupakan benteng yang melindungi manusia dari neraka. Siapa yang berpegang teguh kepada sunnah, berarti ia tetap berada dalam naungan kasih sayang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hingga meraih keselamatan di dunia dan akhirat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang istiqamah mengikuti petunjuk beliau dan mengumpulkan kita bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di surga. Aamiin ya rabbal โalamin.
Faedah Hadits
- Manusia mudah terjerumus ke dalam neraka karena mengikuti hawa nafsu dan tertipu oleh gemerlap dunia hingga lalai dari tujuan penciptaannya, yaitu beribadah kepada Allah Taโala.
- Manusia lebih membutuhkan peringatan daripada kabar gembira, karena tabiatnya cenderung mengikuti hawa nafsu yang menjerumuskannya ke dalam neraka.
- Keselamatan hanya dengan mengikuti wahyu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menunjukkan jalan keselamatan, sedangkan hidayah sepenuhnya milik Allah Taโala.
- Kasih sayang sejati diwujudkan dengan mencegah manusia dari kebinasaan melalui nasihat, peringatan, dan dakwah yang sabar, bukan sekadar memenangkan perdebatan.
- Amar makruf nahi mungkar menjaga masyarakat; membiarkan kemungkaran dapat menyeret banyak orang kepada kerusakan.
- Metode permisalan, keteladanan, dan pengulangan nasihat merupakan sarana pendidikan Islam yang efektif.
- Setiap perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membawa maslahat, sedangkan setiap larangannya mengandung mafsadah, meskipun hikmahnya tidak selalu tampak bagi manusia.
Referensi
- Shahih Al-Bukhari, Abu Abdillah Muhammad bin Isma'il bin Ibrahim Al-Bukhari, As-Sulthaniyah-Mesir, Cet. 1, Tahun 1422 H.
- Shahih Muslim, Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi, Tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi, Mathba'ah 'Isa Al-Babi Al-Halabi-Kairo, Cet. Tahun 1374 H/1955 M.
- Sunan Abi Dawud, Abu Dawud Sulaiman bin Al-Asyโats As-Sijistani, Tahqiq Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Maktabah Al-Maโarif, KSA, Cet. 1, tanpa menyebut tahun.
- Fath Al-Bari Syarh Shahih Al-Bukhari, Abul Fadhl Ahmad bin โAli bin Hajar Al-Asqalani, Dar Al-Maโrifah-Beirut, Cet. Tahun 1379 H.
- Syarh Mashabih As-Sunnah, Muhammad bin Abdul Lathif Ibnu Malik Al-Karmani, Idarah As-Tsaqafah Al-Islamiyah, Cet. 1, Tahun 1433 H/2012 M.
- Website hadeethenc.com, https://hadeethenc.com/ar/browse/hadith/65357. Diakses 1 Juli 2026.
- Website https://hadithportal.com/index.php?show=hadith&h_id=4356&uid=0&sharh=10000&book=31&bab_id=1029. Diakses 2 Juli 2026.
- Website https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260521122201-213-1360738/survei-pengguna-internet-indonesia-tumbuh-6-juta-di-2026. Diakses 2 Juli 2026.
- Albarracรญn, Dolores, dkk. โDeterminants of Behaviour and Their Efficacy as Targets of Behavioural Change Interventions.โ Nature Reviews Psychology, vol. 3, no. 6, Mei 2024, hlm. 377โ92. https://doi.org/10.1038/s44159-024-00305-0.