🎧 Dengarkan Artikel (Digenerate dengan openai)

Menulis untuk Berkhidmat: Refleksi dan Harapan 7 Tahun Majalah HSI

Reporter: Dian Soekotjo
Editor: Hilyatul Fitriyah

Tujuh tahun terasa singkat, melintas cepat, namun meninggalkan jejak yang membekas. Seolah baru kemarin edisi perdana Majalah HSI hadir, sederhana, dengan fokus menyampaikan kabar amanah para donatur yang tersalurkan. Dari sana, perjalanan bermula.

Langkah kecil di Jumadil Akhir 1440 H itu kini berlanjut dan tumbuh. Wajahnya memang berubah, ditempa waktu dan pengalaman. Kini Majalah HSI menjadi wadah ilmu, menyediakan ruang bagi para santri untuk menimba pengetahuan, mengikuti perkembangan yayasan, dan menemukan inspirasi di antara halaman-halaman.

Setiap rubrik yang terbit membawa napas perjuangan, dari ilmu yang menguatkan aqidah hingga kisah sirah teladan yang menumbuhkan semangat. Dari dapur para ummahat, hingga cerita santri di lapangan dakwah. Semua laksana mozaik yang membina perjalanan.

Karena itu, momen tujuh tahun Majalah HSI ini bukan perkara angka penanda usia. Ia adalah jeda sekejap untuk membentangkan syukur pada Sang Maha Kuasa, menata langkah dengan tekad baru, dan meneguhkan arah dakwah melalui pena. Agar cahaya ilmu dan amal setia menaungi gerak langkah.

Jejak Edisi ke Edisi

Jumadil Akhir 1440 H atau bulan Maret tahun 2019 adalah awal Majalah HSI terbit. Waktu itu, Majalah HSI hadir dengan misi yang terbilang sederhana yaitu menjadi media laporan donasi bagi para muhsinin dalam program-program divisi sosial di HSI atau divisi HSI Peduli.

Saat ini, HSI Peduli telah berganti nama menjadi HSI Berbagi. Perannya pun kian meluas. Namun, jejak awal dari edisi pertama hingga sekarang masih terekam. Majalah HSI tetap menyuguhkan satu ruang khusus berisi berbagai laporan kegiatan HSI Berbagi, berdampingan dengan kabar divisi-divisi lain.

Seiring bertambahnya jumlah santri HSI dari tahun ke tahun, kebutuhan akan pembaca ikut berkembang. Majalah HSI turut tumbuh melampaui fungsi awalnya, biidznillah. Majalah kini telah mempunyai dua subdivisi yakni Diniyah dan Pemberitaan.

Tim Diniyah bertugas meneruskan misi menebar dakwah sunnah melalui jurnal-jurnal ilmiah. Di edisi perdana 7 tahun lalu, Majalah telah menampilkan Rubrik Kajian dan Tanya-Jawab Ustadz. Saat ini, Tim Diniyah tercatat telah menerbitkan 12 rubrik dengan tetap membina dua ruangan yang ada.

Tantangan dan Pembelajaran

Perjalanan tujuh tahun tentu tidak pernah sunyi dari ujian dan dinamika. Tim redaksi mengalami berbagai fase adaptasi, baik dalam hal teknis, manajemen waktu, perubahan anggota, maupun peningkatan kualitas penulisan. Semakin banyak rubrik yang hadir, semakin besar pula tanggung jawab untuk memastikan setiap naskah tetap lurus dalam landasan ilmu dan sekaligus menarik untuk dibaca.

Tantangan terbesar yang sering muncul adalah menjaga konsistensi publikasi. Para kontributor dan editor yang berada di berbagai negara, zona waktu yang berbeda, dan memiliki amanah lain yang tidak ringan. Sistem koordinasi yang rapi tentu menjadi tuntutan yang tidak bisa ditawar.

Selain itu, perkembangan media digital yang serba cepat menuntut majalah untuk terus berinovasi. Mulai dari memperbaiki alur kerja, menyusun standar penulisan, hingga mengikuti gaya visual yang lebih modern, semuanya menjadi bagian dari pembelajaran berharga. Setiap edisi adalah proses perbaikan diri, sebagaimana yang menjadi cita-cita tim sejak awal.

Suara dari Dalam: Refleksi dari Tim Redaksi

Setelah tujuh tahun menulis untuk berkhidmat dalam dakwah, berikut rekaman refleksi dan harapan Tim Majalah HSI yang berhasil kami rangkum.

Athirah – Redaktur Pelaksana Diniyah

Sejak zaman sahabat, budaya ilmiah adalah sebuah warisan yang diteruskan dari generasi ke generasi. Setiap zaman memiliki warna dan tantangan tersendiri. Di zaman kita ini, budaya instan dan "yang viral adalah yang diikuti" mulai mengikis struktur pemikiran ilmiah dalam menyerap ilmu agama. Rubrik diniyah Majalah HSI hadir untuk menjaga budaya ilmiah dari para salaf, dengan tetap adaptif melalui topik-topik faktual di sekitar kita.

Za Ummu Raihan – Senior Editor Diniyah

Tujuh tahun (1440 - 1447 H) membersamai Majalah HSI Abdullah Roy adalah sebuah nikmat dan amanah besar dari Allah Ta’ala. Selama rentang waktu itu, majalah ini telah menjadi wasilah ilmu, menyebarkan cahaya dakwah dan menebarkan semangat untuk kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman para salafus shalih. Setiap lembar yang terbit menjadi saksi perjuangan para penulis, editor, dan pembaca dalam menjaga kemurnian ilmu dan menyebarkan kebaikan di tengah derasnya arus informasi. Kian hari, kami semakin merenungi betapa pentingnya terus memperbaiki niat, mengokohkan visi dakwah, dan memperluas jangkauan manfaat. Harapannya, Majalah HSI Abdullah Roy dapat terus menjadi sumber inspirasi keilmuan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta melahirkan generasi muslim yang berilmu, beradab, dan istiqamah di atas jalan kebenaran hingga Allah mempertemukan kita di surga-Nya kelak.

Ima Lestari – Kontributor Diniyah

Tidak terasa sudah 4 tahun saya menjadi anggota tim majalah HSI. Masih teringat ketika awal bergabung banyak hal yang harus saya pelajari, terutama beradaptasi dengan sistem kerja yang saat itu juga masih belum mencapai kata "sempurna". Namun, seiring berjalannya waktu, bertambahnya anggota keluarga baru, saya sadar bahwa Majalah HSI memang tidak akan pernah sempurna karena proses menuju sempurna itu justru menjadi lebih penting dibanding kesempurnaan itu sendiri. Menjadi lebih baik di setiap edisi, memberikan informasi sekaligus menjadi media yang sesuai dengan Sunnah, merupakan cita-cita dan proses tanpa henti yang kami harus lalui. Semoga majalah HSI bisa terus mengemban amanah ini dengan baik

Leny Hasanah – Reporter Pemberitaan

Alhamdulillah, atas izin Allah Subhanahu wa Ta'ala, saya bergabung dengan Majalah HSI sejak edisi ke-30 (Juli 2021). Banyak perubahan positif yang saya lihat, termasuk kerja di balik layar yang masyaAllah, penuh semangat dan dedikasi dari tim yang tersebar di berbagai belahan dunia. Semoga Majalah HSI terus berkembang dan menghadirkan rubrik-rubrik yang bermanfaat bagi umat sepanjang masa.

Avie Andriyani – Redaktur Pemberitaan

Pendapat saya tentang perjalanan majalah : Alhamdulillah diberi kesempatan bergabung, berkontribusi, belajar, dan bertumbuh bersama di majalah HSI. Selama bergabung menjadi salah satu anggota tim, saya banyak belajar dari para senior, mendapat bimbingan langsung, dan berkesempatan mengamati cara kerja teman2. Alhamdulillah mendapat fasilitas belajar di tempo institute dan disediakan coaching juga bersama pimpinan redaksi. Saya merasakan komunikasi terjalin dengan baik, pendapat kita didengar, dan sistem kerjanya semakin rapi. Terkadang merasa kontribusi saya masih jauh dibanding teman-teman lain yang sudah lebih lama berkecimpung dan lebih banyak meluangkan waktu serta pikiran. Saya merasa manfaat yang saya dapat dengan bergabung di majalah HSI justru lebih banyak dibanding manfaat yang bisa saya berikan. Awalnya saya pikir saya hanya akan bertahan sebentar untuk bantu-bantu di majalah HSI, tapi biidznillah bisa bertahan sampai hari ini. People come and go tapi saya masih merasakan kekompakan dari tim majalah HSI. Harapan saya, semoga ke depannya semakin maju dan tim majalah semakin solid.

Zico – Desainer

Semenjak bergabung di akhir tahun 2022 sebagai desainer, Alhamdulillah Majalah HSI berkembang cukup pesat. Dari mulai judul Majalah dan konten-kontennya yang mengikuti kondisi terkini. Tidak hanya Majalah kini ada E-book dengan tema bahasan tertentu, bahkan Majalah punya aplikasi sendiri jadi kalau ingin membaca tinggal buka aplikasi tanpa harus browsing lagi. Ke depan semoga Majalah HSI sebagai rujukan terbaik Majalah Sunnah dan bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin di Indonesia.

Happy Chandraleka – Redaktur Pemberitaan

Menurut saya, Majalah HSI ini adalah salah satu majalah online dengan navigasi yang paling baik dan nyaman. Tidak seperti portal berita pada umumnya dan juga tidak seperti majalah online yang hanya menampilkan format PDF atau paling banter model flipping book. Navigasi di Majalah HSI ini termasuk nyaman dan ramah untuk dibaca-baca.
Saya berharap Majalah HSI dapat mengantisipasi perkembangan media ke depannya. Yang paling pokok adalah berkurangnya minat baca masyarakat yang lebih menyukai menikmati konten dalam bentuk video. Selain itu hadirnya media sosial yang menawarkan informasi yang instan juga menjadi kompetitor media seperti Majalah HSI.

Cita-cita Menjadi Majalah Rujukan Keluarga Muslim Indonesia

Majalah HSI tumbuh bukan hanya sebagai wadah terhimpunnya ilmu dan berita. Ingin rasanya menyaksikan ia tumbuh menjadi lentera kecil yang dijaga beramai-ramai, menebarkan cahaya ilmu dan menghangatkan perjalanan keluarga muslim di Indonesia.

Tujuh tahun pertama ini, mudah-mudahan bisa menjadi batu pijakan untuk menumpu langkah berikutnya yang lebih lebar, sekaligus pengingat bahwa perjalanan masih panjang dan akan penuh peluang menebar kebaikan.

Kami bercita-cita menjadi majalah dakwah yang lurus dan terpercaya. Setiap rubrik mudah-mudahan menghadirkan taman ilmu yang teduh, menjawab kebutuhan para santri dan kaum muslim, serta menjaga amanah dakwah agar tetap berada di atas Al-Qur’an, Sunnah, dan di atas pemahaman para salaf yang hak.

Kami juga bermimpi menjadi majalah keluarga muslim yang hangat dan relevan, tempat para pembaca bertumbuh dan merawat kehidupan keluarga dengan ilmu dan teladan yang benar.

Dengan semangat islah diri, Majalah HSI ingin terus memperluas jangkauan manfaat. Hingga seluruh usia, mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, bahkan lansia, dapat sama-sama merasa : β€œIni adalah media yang layak menjadi teman perjalanan hidup.”

Tujuh tahun bukan garis akhir. Ia hanyalah tanda kecil di pinggir jalan yang mengingatkan bahwa masih banyak ruang untuk disempurnakan. Di balik setiap edisi ada hasil jerih payah dari banyak tangan, ada lantunan doa para pembaca, dan yang paling utama adanya pertolongan Allah yang tidak pernah berhenti menyertai.

Semoga langkah-langkah kecil ini terus bermuara pada kebaikan yang lebih luas. Semoga setiap huruf yang dibaca menjadi amal jariyah.

Doakan kami ya.. Doakan Tim Majalah HSI. Semoga perjalanan ini terus diridhai, dan setiap huruf yang tercetak menjadi saksi amal shalih. Serta, semoga Majalah HSI tetap menjadi cahaya yang Allah izinkan tetap menerangi dan menebar manfaat bagi keluarga-keluarga muslim di Indonesia. Baarakallahu fiikum.