Lauk Pauk Awet dan Tahan Lama
Kontributor: Rythma Febiyanti Baha Rizky
Redaktur: Luluk Sri Handayani
Lauk pauk yang digunakan sebagai tambahan dalam menu utama, penting disiapkan untuk kebutuhan makan sehari-hari. Aneka lauk dapat dibuat dari bahan ikan, telur, tahu, dan tempe. Bagi ummahaat, membuat lauk dalam porsi banyak untuk sekali makan sangat menyita waktu dan tenaga. Banyak ummahaat yang menyiasatinya dengan membuat lauk pauk yang bertahan lama. Membuat lauk yang awet dan tahan lama penting untuk efisiensi waktu dan biaya. Membuat lauk pauk yang tahan lama sebagai strategi cerdas untuk manajemen rumah tangga agar lebih efisien dan siap menghadapi berbagai kondisi. Beberapa menu lauk pauk simpel dan awet di sajikan pada rubrik Dapur Ummahat kali ini.
Serundeng Ayam Kering Sat Set

Bahan Suwir ayam:
- 500 gr dada ayam fillet
- 1 sdt kunyit bubuk
- ½ sdt ketumbar bubuk
- 1 sdt garam
- ⅓ sdt merica
- 1 batang serai, memarkan
- 1 ruas lengkuas, memarkan
- 1 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk, buang bagian tulangnya
Bahan Serundeng Praktis:
- 250 gr kelapa parut
- 250 ml air (untuk membuat serundeng)
- 7 siung bawang merang
- 4 siung bawang putih
- 3 buah cabai merah besar
- 1 sdt kunyit bubuk
- ½ sdt ketumbar bubuk
- ½ sdt garam
- ⅓ sdt kaldu bubuk/penyedap rasa
- ¼ sdt gula pasir
- ½ gandu gula merah
- 1 sdm asem jawa yang dicampur sedikit air
- 1 batang serai, memarkan
- 2 ruas lengkuas, memarkan
- 2 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk, buang bagian tulangnya
Cara Membuat Ayam Suwir :
- Cuci bersih ayam, potong-potong memanjang. Tujuannya agar cepat matang saat direbus. Lalu didihkan air di kompor, rebus semua ayam yang telah dipotong-potong tadi serta semua bumbu dan bumbu aromatiknya hingga empuk dan matang. Setelah matang, suwir-suwir ayamnya dan sisihkan.
- Setelah ayam selesai disuwir dan pada suhu ruang. Panaskan minyak, lalu goreng ayam sedikit demi sedikit hingga kecoklatan (gunakan api sedang cenderung kecil agar ayam matang merata dan tidak gosong). Lakukan hingga habis.
- Kemudian goreng kembali ayam suwir tadi, sama seperti sebelumnya, sedikit demi sedikit ke dalam minyak yang panas. Disini kita menggunakan teknik double fry, tujuannya agar ayam suwirnya renyah dan tidak alot/keras.
- Goreng kembali semua ayam suwirnya secara bertahap hingga habis, sisihkan. Jika sudah berada pada suhu ruang bisa disimpan di toples kaca kedap udara, sambil menunggu serundengnya matang.
Cara Membuat Serundeng :
- Haluskan bawang merah, bawang putih, serta cabai merahnya.
- Siapkan dandang, lalu masukkan kelapa, air, dan semua bumbu yang sudah dihaluskan termasuk bumbu aromatiknya, lalu aduk rata (airnya cukup sampai nyemek-nyemek saja tidak sampai berlebihan)
- Masak menggunakan api kecil hingga meletup-letup dan airnya menyusut sambil diaduk agar tidak gosong. Koreksi rasa pada tahap ini.
- Matikan api kompor setelah airnya menyusut dan habis.
- Panaskan minyak di wajan, goreng kelapa serundengnya secara bertahap dengan api kecil hingga serundeng berwarna kecoklatan.
- Jika serundeng sudah berwarna coklat keemasan, angkat tiriskan sambil ditekan-tekan agar minyaknya tiris. Selanjutnya, simpan di wadah lebar yang diberi alas tisu keras/tisu masak sambil menunggu kelapa serundengnya di suhu ruang.
- Setelah serundeng berada di suhu ruang, siapkan wadah/loyang masukkan serundengnya. Selanjutnya, campurkan dengan ayam suwir yang sudah kita goreng sebelumnya. Untuk banyaknya dapat disesuaikan dengan selera masing-masing. Aduk-aduk hingga ayam menyatu dengan serundeng secara merata. Masukkan ke dalam toples kaca kedap udara agar serundeng tetap renyah dan garing. Selamat mencoba.

Notes :
- Cara memasak serundeng diatas sengaja dibuat berbeda dengan cara memasak serundeng pada umumnya.
- Keuntungan menggunakan cara di atas. Serundeng yang sudah diungkep hingga tanak, dapat disimpan di chiller dan dapat bertahan hingga 3 hari.
- Apabila serundeng akan dimasak, keluarkan hingga suhu ruang, kemudian goreng seperti langkah di atas.
- Jika menyukai rasa sedikit asam, saat memasak dapat ditambahkan 1 sdt asam jawa yang dicampur sedikit air.

Tempe Potek Bumbu Rempah

Bahan-Bahan:
- 1 papan tempe (setara dengan 300-343gr)
- 100 gr bawang merah
- 50 gr bawang putih
- 30 gr cabai merah keriting
- 15 gr cabai rawit
- 15 lembar daun jeruk
- 10 lembar daun kari
- 2-3 sdm tepung beras
- 1 sdt kunyit bubuk
- ½ sdt ketumbar bubuk
- 1 sdt garam
- ⅓ sdt merica
- 35 gr teri nasi
Cara Membuat:
Iris bawang merah, bawang putih, serta semua cabai-cabainya, lalu sisihkan.
Patahkan (dipotek) tempe dengan menggunakan tangan. Jika menginginkan tekstur tempenya lebih halus bisa diparut dengan parutan besar. Masukkan tempe yang telah dipatah-patahkan kedalam wadah, lalu tambahkan tepung beras. Aduk rata dengan menggunakan tangan sampai semua tempe berbalut tepung beras. Sisihkan. Jika dirasa tepungnya kurang bisa ditambahkan sedikit demi sedikit.
Panaskan minyak, goreng bawang merah dan bawang putih secara terpisah hingga harum dan kecoklatan. Selanjutnya, angkat dan tiriskan serta sisihkan.
Goreng cabai merah dan cabai rawitnya hingga kering. Angkat lalu tiriskan.
Kemudian kita goreng tempenya secara bertahap. Jika tempe mulai kuning keemasan, masukkan daun jeruk dan daun karinya. Jika tempe sudah garing, angkat dan tiriskan. Lakukan hingga tempe habis.
Terakhir kita goreng teri nasinya. Setelah matang, angkat dan tiriskan.
Setelah semua bahan matang dan pada suhu ruang, masukkan semua bahan ke dalam wadah besar. Aduk rata menggunakan tangan. Tes rasa, jika masih kurang asin atau gurih dapat ditambahkan garam atau penyedap. Dan apabila ingin rasa lebih pedas, tambahkan cabai bubuk atau cabai kering yang diblender.
Masukkan keringan tempe ke dalam toples kaca kedap udara agar garingnya awet.
Notes:
- Gunakan sarung tangan pada saat tangan mengaduk tempe.
- Goreng tempe secara bertahap agar menghasilkan tempe yang garing merata.
- Dengan cara dipatahkan, tekstur tempe masih terasa saat dimakan dan tempenya tidak hancur serta mempercepat proses memotong-motong tempe.
