Inovasi Dakwah Lewat Canva
Reporter: Loly Syahrul
Editor: Hilyatul Fitriyah
وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah dari perbuatan mungkar, serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diperintahkan Allah [QS Luqman: 17]
Dakwah tauhid yakni mengajak manusia untuk menyembah kepada Allah semata, sudah dimulai sejak zaman para nabi dan akan berlanjut hingga akhir zaman. Selama kehidupan dunia masih terus berputar, maka dakwah ini tidak akan terhenti. Akan senantiasa ada hamba-hamba-Nya yang terpilih untuk menyiarkan agama Allah, agar terus menggaung ke seluruh pelosok bumi.
Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, metode berdakwah makin beragam. Era digitalisasi saat ini, bukan saja memudahkan penyampaian dakwah, tetapi juga melahirkan berbagai cara menarik sehingga merangsang inovasi. Alhamdulillah, teknologi mempercepat proses penyebaran dakwah sehingga tidak terbatas lagi oleh ruang maupun waktu.
Sekarang, sudah banyak pilihan platform yang dapat dijadikan media dakwah agar dapat menjangkau siapa pun, di mana pun. Mulai bentuk audio, video, sampai poster-poster. Untuk mengolahnya pun, aplikasi-aplikasi membanjir. Rubrik Serba-serbi kali ini akan mengupas penggunaan Canva sebagai salah satu aplikasi yang terbilang ramai digemari, bersama salah seorang Canvassador. Yuk, simak liputannya..
Peran Canvassador
Ukhtuna Riyana Septiani adalah salah satu anggota Empower Canvassador, sebuah komunitas resmi Canva. Komunitas ini berisi para Canvassador yaitu mereka yang menjadi mentor atau pakar desain, yang telah menghasilkan karya-karya Canva, dan diakui oleh Canva. Para Canvassador tugasnya kurang lebih berbagi ilmu serta manfaat menggunakan Canva ke berbagai kalangan.
“Canva didirikan 1 Januari 2012 di Sydney, Australia, oleh Melanie Perkins, Cliff Obrecht, dan Cameron Adams,” Ukhtuna Riyani membagikan sedikit sejarah platform desain grafis ini. Menurut data terkini, Canva mengklaim telah memiliki 200 juta pengguna aktif bulanan secara global[1].
Ukhtuna Riyani menyatakan bahwa dalam kurun tahunan itu, Canva terus berinovasi dengan menambahkan fitur-fitur terbaru hingga terbilang lengkap. “Canva mudah diaplikasikan dan memudahkan pengguna untuk mendesain,” ujarnya.
Tak Sengaja Kenal
Ukhtuna Riyani mengaku tak sengaja mengenal Canva. Awalnya, ia mempunyai keperluan untuk membuat sebuah kemasan produk. Lalu, coba-coba ikut kelas gratis Canva. “Setelah tahu cara pakainya, saya belajar sendiri, ngulik sendiri sampai bisa,” ibu dua anak itu mengenang perjalanan. Dari rajin berlatih dan tekun, Ukhtuna Riyani merasa cukup menguasai teknik-teknik Canva, hingga berani membagikan ilmunya kepada banyak orang dengan membuka kelas online belajar Canva. “Itu tahun 2021,” ujarnya.
Dari sanalah, Ukhtuna Riyana makin dalam menggeluti Canva. Sampai ia menemukan bahwa melalui Canva seseorang juga dapat meraup penghasilan. Menurutnya, secara garis besar, ada dua jalur yang dapat ditempuh, yakni jalur resmi dan tidak resmi. Ia menamainya demikian.
‘Gajian’ Diukur Dollar
Seseorang dapat memperoleh komisi dari Canva dengan menjadi Affi liate Canva Pro atau dengan menjadi kreator elemen maupun template. Ini pilihan jalur resmi menurut Ukhtuna Riyani. “Affi liate Canva Pro itu membantu orang-orang yang mau berlangganan Canva Pro,” ujar Ukhtuna Riyana. Hari ini, Ukhtuna Riyani pun telah mengambil peran ini. “Jadi kalau ada orang yang mau berlangganan Canva Pro, saya bisa bantu aktivasi sampai Canva Pro-nya bisa digunakan,” imbuhnya.
Sementara pilihan lain via jalur resmi ala Ukhtuna Riyani, adalah dengan menghasilkan karya-karya Canva yang dapat dimanfaatkan pengguna lainnya. Inilah yang disebut dengan istilah kreator elemen. “Kreator elemen itu kita membuat gambar di aplikasi gambar, lalu kita upload ke Canva sebagai elemen,” paparnya. “Setiap dipakai sama pengguna Canva, kita mendapat komisi,” Ukhtuna Riyana menjelaskan.
Tinggal kalikan saja berapa elemen karya kita yang diminati pengguna lain, dengan berapa sering elemen itu digunakan, maka itulah penghasilan seorang kreator elemen. Makin sering berkarya, maka makin besar kemungkinan pundi-pundi penghasilan terisi. “Komisinya cair setiap sudah 10 dollar ya, Kak,” Ukhtuna Riyani memberi bocoran. “Iya, kalau misal dalam sebulan 20 dollar gitu, ya setiap bulan gajian…hehehe…,” ujar warga Cimahi itu terdengar mengiming-imingi.
Masih ada pilihan melalui ‘jalur tidak resmi’ menurut Ukhtuna Riyana. “Kita bisa membuka jasa desain atau berjualan produk digital yang kita buat sendiri, seperti worksheet, planner, dan lain-lain,” jelasnya. “Canva juga mungkin dipakai untuk membuat desain berbagai souvenir contohnya notebook, gantungan kunci, amplop lebaran, foto mug, tote bag, dan lainnya,” Ukhtuna Riyana membagikan ide-ide.
“Alhamdulillah dengan izin Allah, lewat Canva saat ini profesi saya membuka jasa desain, narasumber, kelas online Canva, juga bidang-bidang lainnya. Selain bisa membagikan ilmu atau karya Canva, Alhamdulillah saya juga mendapat penghasilan,” tutur Ukhtuna Riyana nampak bersyukur. Bahkan saat sang suami mengalami PHK dua tahun lalu, ia mengaku dapat membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan penghasilannya dari Canva.
Canva untuk Dakwah
Ukhtuna Riyana memang belum berfokus dalam pembuatan konten dakwah, tetapi dirinya turut mendukung para da'i agar mampu mengaplikasikan Canva sebagai media dakwah. “Saya fokusnya ke share tutorial bukan konten dakwahnya jadi saya jarang bikin desain dakwah. Mungkin orang lain yang memang fokusnya berdakwah di media sosial, lebih sering menggunakan Canva untuk dakwah.”
Diakui Ukhtuna Riyani bahwa Canva telah memiliki banyak alat yang memungkinkan pembuatan media dakwah menjadi kian mudah. “Canva mempermudah para pendakwah yang tidak mempunyai latar belakang sebagai designer untuk mengaplikasikan presentasi isi dakwahnya, sebab sudah tersedia template berdesain Islam, gambar, background, foto dan ilustrasi unik,” tambahnya.
Meski belum mengalokasikan waktu khusus untuk menekuni dakwah, Ukhtuna Riyana mengaku ada saja permohonan memberikan kelas tutorial untuk komunitas dakwah yang membuatnya bahagia. “Salah satu kelas tutorial yang pernah saya kerjakan adalah untuk HSI,” pungkasnya. Ukhtuna Riyana memang pernah diminta membagikan ilmunya pada Madrasah Muslimah HSI. Madrasah Muslimah sendiri adalah komunitas beranggotakan para pengelola KBM HSI grup akhwat, di mana di sana terdapat para Musyrifah, Muraqibah, PJ, hingga Koordinator.
Demikianlah… sarana dakwah yang tersedia dan mudah diterapkan seperti Canva, tentu merupakan nikmat dalam berdakwah. Pada asalnya beragam kemudahan teknologi yang datang di era digitalisasi ini, jika kita pergunakan sebaik mungkin untuk mencari ridho Allah, tentu menjadi ladang pahala.
Tunggu apa lagi… Yuk, pacu diri untuk mengusai ilmu-ilmu masa kini yang menjadi sarana menunaikan amal shalih. Makin luas dakwah kita menyentuh khalayak, insyaallah makin besar pula kesempatan dakwah itu diamalkan. Maka makin berlipat jua panen pahala yang mungkin mengalir untuk kita. Jangan dilepaskan kawan… Mari berjuang demi kesuksesan pada masa-masa perhitungan kelak.. Baarakallahu fiikum