Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Saling tolong-menolonglah dalam kebaikan dan ketaqwaan dan janganlah saling tolong-menolong dalam dosa dan pelanggaran.” [QS. Al-Maidah: 2]
Fundraising: ‘Jantung’ yang Memompa Gerakan Kebaikan
Di balik seratusan ribu santri HSI AbdullahRoy yang setiap hari membuka materi, membaca nasihat, dan mengikuti evaluasi, ada tim kecil yang bekerja tanpa henti untuk menjaga agar seluruh roda dakwah tetap bergerak.
Mereka adalah Tim Fundraising (FD), sebuah unit yang mungkin jarang disebut atau terdengar, tetapi kontribusinya terasa di setiap lini kegiatan HSI AbdullahRoy dan HSI BERBAGI.
Tim ini bukan hanya menyusun broadcast donasi. Tapi, menjadi salah satu penopang utama operasional lembaga, mulai dari pengembangan dan pembiayaan server, produksi materi dakwah, program sosial, hingga berbagai kegiatan dakwah lainnya yang melibatkan ribuan orang.
Apa yang terlihat di permukaan hanyalah satu poster, satu pesan singkat, atau satu link yang disematkan di setiap publikasinya. Tapi di balik itu ada proses panjang, dinamika internal, sinergi dan kerja kolektif yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
Awal Terbentuknya Tim FundraisingPada mulanya, kegiatan fundraising berada langsung di bawah Ketua Yayasan HSI AbdullahRoy. Struktur saat itu masih sederhana, terdiri dari dua unit inti, yakni:
- Tim DRM (Donatur Relationship Management)
Yang bertugas menjaga komunikasi langsung dengan para donatur serta mengirimkan pengingat donasi melalui pesan pribadi. - Tim Broadcast (BC)
Tim yang bertugas mengelola konten donasi yang disebarkan melalui grup diskusi HSI dan platform web Edu HSI.
Pada fase awal ini, Akhuna Tyo (rahimahullah) menjadi salah satu tokoh penting yang menjalankan tim BC. Beliau memegang peran tersebut, hingga akhirnya mengundurkan diri sebelum meninggal dunia. Setelah itu, tugas pendampingan FD dilanjutkan oleh beberapa pengurus HSI, salah satunya adalah Akhuna Amirul Muttaqin, yang bertindak sebagai caretaker sekitar tahun 2023.
“Yang paling bikin deg-degan itu kalau konten sudah harus tayang, tapi belum mendapat persetujuan dari ketua yayasan. Kita jadi kejar-kejaran, kejar copywriter, kejar designer, kejar revisi. Tapi semuanya terbayar kalau setelah tayang, donasi mengalir deras, alhamdulillah,” kenang Akhuna Amirul.
Dia menambahkan, salah satu momen penghimpunan dana paling berkesan adalah kampanye wakaf pembangunan Ma’had Ilmi HSI AbdullahRoy, yang dikenal dengan broadcast berwarna matahari merah, visual yang menjadi ikon tersendiri waktu itu.Seiring berkembangnya kebutuhan dakwah, FD kemudian ditempatkan di bawah Divisi HSI BERBAGI dengan struktur yang lebih rapi di bawah komando Akhuna Angga Pratama.
Struktur dan Cara Kerja Fundraising Saat Ini
Tugas dan proses fundraising kini berjalan melalui tiga kanal utama:
- Web Edu Broadcast donasi ditayangkan bersamaan dengan materi pelajaran.
Santri yang membuka materi atau evaluasi bisa melihat informasi FD tanpa harus keluar dari platform. - Grup Diskusi HSI AbdullahRoy
Inilah kanal yang paling dekat dengan santri. Namun karena banyaknya pesan di grup, tidak semua santri memperhatikan broadcast.
Mantan sekretaris Tim FD, Ummu Faza, mengatakan, “Kalau waktunya evaluasi, kita pasti scroll lewat broadcast dulu, jadi mau nggak mau terbaca. Tapi secara umum, santri jarang memperhatikan pesan di grup karena jumlahnya banyak,” ujarnya. - WA Blasting (DRM)
Ini adalah jalur untuk donatur langsung. Database donatur HSI AbdullahRoy dan HSI BERBAGI menerima dua broadcast setiap bulan dengan tema yang berbeda. Isi BC biasanya berupa nasihat, pengingat waktu, dan ajakan berinfak.
Tim yang terlibat cukup banyak, mulai dari: ketua yayasan (penentu persetujuan akhir), koordinator FD, pengawas konten, copywriter, designer, bendahara, hingga tim DRM yang mengelola ribuan kontak donatur.
Krusial dalam Menopang Dakwah
Fundraising bukan sekadar mengumpulkan dana. Ia adalah tulang punggung dari banyak aktivitas, di antaranya produksi dan distribusi materi dakwah, biaya operasional harian lembaga, bantuan sosial melalui HSI BERBAGI, kegiatan wakaf, program pendidikan santri, hingga pengembangan fasilitas seperti Ma’had Ilmi.
Meski jarang tampil di depan, Fundraising adalah salah satu unsur yang paling menentukan keberlanjutan dakwah. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam: “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)
Setiap pesan yang mereka kirim adalah bagian dari kebaikan itu. Fundraising adalah gerakan yang senyap, namun getir manisnya dirasakan oleh banyak orang. Ia mungkin muncul hanya sebagai poster atau pesan singkat, tetapi dampaknya menembus banyak lini: dakwah yang terus berkelanjutan, pendidikan, sosial, hingga masa depan generasi penuntut ilmu dan para penghafal Al-Qur’an.
Dan selagi dakwah membutuhkan dukungan, tim fundraising akan terus berdiri sebagai penopang yang bekerja dalam diam—menggugah semangat, menyentuh jiwa, dan menggerakkan kebaikan dari setiap hati yang merelakan hartanya di jalan dakwah yang haq.
”Fundraising bagi kami bukan sekadar mengumpulkan dana, tetapi menjaga agar dakwah tetap hidup. Yang kami lakukan hanyalah membuka pintu. Selebihnya, Allah yang menggerakkan hati para muhsinin,” ungkap Akhuna Angga meyakinkan.