Fiqih
๐ŸŽง Dengarkan Artikel (Digenerate dengan Gemini AI)

Fiqih Sahur dan Berbuka: Agar Puasa Anda Lebih Sempurna

Penulis: Jaโ€™far Ad-Demaky, S.Ag.

Editor: Athirah Mustadjab


Sahur dan buka puasa di bulan Ramadhan bukan sekadar aktivitas makan dan minum, tetapi memiliki nilai yang istimewa, mengandung pelajaran yang berharga, serta hikmah yang tiada tara. Sahur dan berbuka sesuai sunnah adalah dua di antara sekian perkara yang telah dijelaskan oleh syariat. Mari kita mempelajarinya untuk meraih kesempurnaan puasa.

A. SAHUR

Definisi Sahur

Kata as-sahur (ุงู„ุณูŽุญูˆุฑ), dengan memfatahkan huruf sin, artinya sesuatu yang dimakan pada waktu sahur yaitu sebelum fajar. Adapun kata as-suhur (ุงู„ุณูุญูˆุฑ), dengan mendhammahkan huruf sin, adalah kegiatan makan sahur.

Keutamaan Sahur

Sahur memiliki beberapa keutamaan.

1. Sahur penuh keberkahan.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu; Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุชูŽุณูŽุญูŽู‘ุฑููˆุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ ููู‰ ุงู„ุณูŽู‘ุญููˆุฑู ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉู‹

โ€œMakan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.โ€ (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095)

Irbadh bin Sariyah radhiyallahu โ€˜anhu mengatakan,

ุฏูŽุนูŽุงู†ููŠ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูุญููˆุฑู ูููŠ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ:ยป ู‡ูŽู„ูู…ู‘ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุบูŽุฏูŽุงุกู ุงู„ู’ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒู

โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memanggil saya untuk makan sahur di bulan Ramadhan. Beliau berkata, โ€˜Kemarilah menuju makanan yang penuh berkah.โ€™โ€ (HR. Abu Daud, no. 2344 dan An-Nasaโ€™i, no. 2163. Lihat Shahih At-Targhib, no. 1067)

Syaikh Abdullah al-Bassam rahimahullah juga menjelaskan,

ูˆู…ู† ุจุฑูƒุฉ ุงู„ุณุญูˆุฑ ุตู„ุงุฉ ุงู„ูุฌุฑ ู…ุน ุงู„ุฌู…ุงุนุฉุŒ ูˆููŠ ูˆู‚ุชู‡ุง ุงู„ูุงุถู„ุŒ ูˆู„ุฐุง ุชุฌุฏ ุงู„ู…ุตู„ูŠู† ููŠ ุตู„ุงุฉ ุงู„ูุฌุฑ ููŠ ุฑู…ุถุงู† ุฃูƒุซุฑ ู…ู†ู‡ู… ููŠ ุบูŠุฑู‡ ู…ู† ุงู„ุดู‡ูˆุฑุ› ู„ุฃู†ู‘ูŽู‡ู… ู‚ุงู…ูˆุง ู…ู† ุฃุฌู„ ุงู„ุณุญูˆุฑ

โ€œTermasuk berkah makan sahur ialah bisa shalat Subuh secara berjamaah di waktu yang utama. Oleh karenanya, kamu mendapati orang-orang yang mengerjakan shalat Subuh (di masjid) pada bulan Ramadhan lebih banyak daripada di bulan-bulan lain karena mereka bangun untuk makan sahur.โ€ (Taudhihul Ahkam, 3:474)

2. Allah dan para malaikat mendoโ€™akan orang yang sahur

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ุณู‘ูุญูˆุฑู ูƒู„ู‘ูู‡ ุจุฑูƒุฉูŒ ูู„ุง ุชูŽุฏูŽุนููˆู‡ ุŒ ูˆ ู„ูŽูˆ ุฃู† ูŠูŽุฌุฑูŽุนูŽ ุฃุญุฏููƒูู… ุฌูŽุฑุนุฉู‹ ู…ูู† ู…ุงุกู ุŒ ูุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุนุฒู‘ูŽ ูˆุฌู„ู‘ูŽ ูˆู…ู„ุงุฆูƒุชูŽู‡ ูŠูุตู„ู‘ููˆู†ูŽ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุชุณุญู‘ูุฑูŠู†ูŽ

โ€œSahur itu semuanya berkah, maka jangan meninggalkannya, walaupun kalian hanya meneguk seteguk air karena Allah โ€˜Azza wa Jalla dan para malaikatnya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.โ€ (HR. Ahmad, no. 11101. Dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib, no. 1070)

3. Menguatkan puasa.

Sahur yang dilakukan adalah sebagai penguat puasa selama seharian sebagaimana qailulah bisa menguatkan qiyamul lail.

4. Ittibaโ€™ur Rasulullah.

Sahur merupakan bentuk ketaatan kepada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Menaati beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berarti taat kepada Allah Taโ€™ala. Allah Taโ€™ala berfirman,

ู…ูŽู†ู’ ูŠูุทูุนู ุงู„ุฑูŽู‘ุณููˆู„ูŽ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุทูŽุงุนูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ

โ€œBarang siapa menaati Rasul tersebut, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.โ€ (QS. An-Nisaโ€™: 80)

5. Pembeda antara puasa seorang muslim dan puasa ahli kitab.

Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ููŽุตู’ู„ู ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุตููŠูŽุงู…ูู†ูŽุง ูˆูŽุตููŠูŽุงู…ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ุฃูŽูƒู’ู„ูŽุฉู ุงู„ุณูŽู‘ุญูŽุฑู

โ€œPerbedaan antara puasa kita (umat Islam) dengan puasa ahlul kitab terletak pada makan sahur.โ€ (HR. Muslim, no. 1096)

Hadits ini berisikan motivasi terbesar dan anjuran mendalam untuk selalu menjalankan sunnah (makan sahur) yang bermanfaat ini. Sebab sunnah ini ditetapkan sebagai pembeda antara puasa ahlul haq pengikut Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dengan puasanya penyembah hawa nafsu dan setan dari kalangan ahli kitab yang sesat dan menyesatkan dari jalan yang benar.โ€ (Al-Afnan an-Nadiyyah, 3:141)

Hukum Sahur

Hukum sahur adalah sunnah muakkadah menurut jumhur ulama. Ibnul Mundzir rahimahullah mengatakan,

ูˆุฃุฌู…ูŽุนููˆุง ุนู„ู‰ ุฃู†ู‘ูŽ ุงู„ุณู‘ูุญูˆุฑูŽ ู…ู†ุฏูˆุจูŒ ุฅู„ูŠู‡

โ€œUlama ijmaโ€™ (sepakat) bahwa sahur hukumnya dianjurkanโ€ (Al-Ijmaโ€™, hlm. 49)

Sebagian ulama mengatakan, โ€œSeandainya tidak ada ijmaโ€™ yang mengatakan bahwa sahur itu sunnah, maka saya akan mengatakannya wajib karena (sahur adalah):

  • perintah nabi,
  • syiar islam yang membedakan (puasa seorang muslim) dengan puasa ahlul kitab, dan
  • adanya larangan meninggalkan sahur.

Sahur sesuai Sunnah

1. Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar.

Dalam sebuah hadits riwayat dan Muslim disebutkan bahwa setelah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam makan sahur, beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bangkit untuk mendirikan shalat Subuh. Tatkala itu, selang waktu antara sahur dan masuknya shalat adalah sekitar durasi yang dibutuhkan oleh seseorang untuk membaca lima puluh ayat di Kitabullah. Anas radhiyallahu โ€˜anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu โ€˜anhu, โ€œKami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kemudian beliau shalat.โ€ Lantas, Anas bertanya kepada Zaid,

ูƒูŽู…ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุฐูŽุงู†ู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽุญููˆุฑู

โ€œBerapa lama jarak antara azan dan sahur?โ€

Zaid menjawab,

ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุฎูŽู…ู’ุณููŠู†ูŽ ุขูŠูŽุฉู‹

โ€œSekitar waktu (yang dibutuhkan untuk membaca) 50 ayat Al-Qurโ€™an.โ€ Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan,

ููŠ ู‚ูˆู„ู‡: ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุฎูŽู…ุณูŠู†ูŽ ุขูŠุฉู‹ุ› ุฃูŠ: ู…ุชูˆุณู‘ูุทุฉูŒุŒ ู„ุง ุทูˆูŠู„ุฉูŒ ูˆู„ุง ู‚ุตูŠุฑุฉูŒ ูˆู„ุง ุณุฑูŠุนุฉูŒ ูˆู„ุง ุจุทูŠุฆุฉูŒ

โ€œTerkait perkataan Zaid โ€˜sekitar 50 ayatโ€™, maksudnya adalah tilawah Al-Qurโ€™an dengan kecepatan bacaan yang pertengahanโ€”tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.โ€ (Fathul Bari, 1:367)

2. Sahur memakan kurma.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu; Rasulullah shallallahu โ€™alaihi wa sallam bersabda,

ู†ูุนู’ู…ูŽ ุณูŽุญูˆุฑู ุงู„ู…ุคู…ูู†ู ุงู„ุชู‘ูŽู…ุฑู

โ€œSebaik-baik makanan sahur adalah tamr (kurma kering).โ€ (HR. Abu Daud, no. 2345. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Daud)

3. Memperbanyak istighfar.

Kita adalah hamba yang tidak terluput dari salah dan dosa, maka hendaknya kita memperbanyak istighfar, dan di antara ciri orang beriman adalah memperbanyak istighfar kepada Allah Taโ€™ala terlebih di waktu sahur. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุจูุงู„ู’ุฃูŽุณู’ุญูŽุงุฑู ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู†

โ€œKetika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan.โ€ (QS. Adz-Dzariyat: 18)

4. Memperbanyak doa.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu; Rasulullah shallallahu โ€™alaihi wa sallam bersabda,

ูŠูŽู†ู’ุฒูู„ู ุฑูŽุจู‘ูู†ุง ุชูŽุจุงุฑูŽูƒูŽ ูˆุชูŽุนุงู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุฅู„ู‰ ุงู„ุณู‘ูŽู…ุงุกู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠุงุŒ ุญููŠู†ูŽ ูŠูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ุซูู„ูุซู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ุงู„ุขุฎูุฑู ููŠูŽู‚ูˆู„ู: ู…ูŽู† ูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ููŠ ูุฃุณู’ุชูŽุฌููŠุจูŽ ู„ู‡ุŒ ู…ูŽู† ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ูู†ููŠ ููŽุฃูุนู’ุทููŠูŽู‡ูุŒ ู…ูŽู† ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูู†ููŠ ูุฃุบู’ููุฑูŽ ู„ู‡

โ€œRabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, โ€˜Orang yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Orang yang meminta sesuatu kepada-Ku, akan Kuberikan. Orang yang meminta ampunan dari-Ku, akan Kuampuni.โ€ (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758)

Kesalahan dalam Sahur

1. Banyak makan.

Syariat Islam melarang kaum muslimin makan minum dengan berlebihan. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูŠูŽุง ุจูŽู†ููŠ ุขุฏูŽู…ูŽ ุฎูุฐููˆุง ุฒููŠู†ูŽุชูŽูƒูู…ู’ ุนูู†ู’ุฏูŽ ูƒูู„ู‘ู ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ูˆูŽูƒูู„ููˆุง ูˆูŽุงุดู’ุฑูŽุจููˆุง ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุณู’ุฑููููˆุง ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุฑููููŠู†ูŽ

โ€œWahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid; dan makan serta minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.โ€ (QS. Al-Aโ€™raf: 31)

2. Mengawalkan sahur.

Di antara kesalahan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin adalah mereka mengawalkan sahur, sehingga mereka merasa puasa itu adalah beban dan bukan karunia. Ada sebagian kaum muslimin sahur jam dua dini hari, padahal waktu Subuh, yang merupakan batas akhir makan sahur, baru jatuh pada pukul 4:30.

3. Tidur setelah sahur.

Tidur setelah sahurโ€”menjelang Subuhโ€”akan menyebabkan seseorang luput dari shalat Subuh. Selain itu, dikhawatirkan bahwa dia akan kehilangan waktu yang berkah. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berdoa,

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ุฃูู…ูŽู‘ุชูู‰ ููู‰ ุจููƒููˆุฑูู‡ูŽุง

โ€œYa Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.โ€ (HR. Abu Daud, no. 2606)

4. Menonton televisi atau tayangan Youtube ketika sahur.

Kesalahan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin adalah makan sahur dengan ditemani tontonan yang kurang bermanfaat, bahkan kadang termasuk tontonan yang haram. Ini bertentangan dengan ciri-ciri orang yang bertakwa; mereka banyak beristighfar tatkala sahur, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Abu Hurairah yang telah disebutkan sebelumnya. Secara umum, seorang muslim yang ingin meraih predikat takwa akan berusaha memanfaatkan waktu sahur dengan hal yang bermanfaat.

5. Enggan sahur.

Enggan makan sahur termasuk kesalahan dalam sahur karena sahur adalah perintah Nabi dan di dalamnya terdapat keberkahan yang besar. Seandainya seorang malas untuk makan sahur dengan berbagai alasan, hendaklah dia tetap memaksakan diri untuk melakukan sahur, meskipun hanya dengan meneguk satu tegukan air. Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ุณูู‘ุญููˆุฑู ุฃูŽูƒู’ู„ูู‡ู ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉูŒ ููŽู„ุงูŽ ุชูŽุฏูŽุนููˆู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฌู’ุฑูŽุนูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฌูŽุฑู’ุนูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ู…ูŽุงุกู

โ€œMakan sahur adalah makan yang penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan minum seteguk air.โ€ (HR. Ahmad, 3:44)

B. IMSAK

Makna Hakiki Imsak (Menahan Diri)

Berdasarkan dalil yang termaktub dalam Al-Qurโ€™an dan As-Sunnah, waktu diwajibkannya seorang muslim untuk menahan diri dari makan dan minumโ€”disebut dengan imsakโ€”adalah mulai terbitnya fajar shadiq (masuknya waktu shubuh). Dasarnya firman Allah Taโ€™ala,

ูˆูŽูƒูู„ููˆุง ูˆูŽุงุดู’ุฑูŽุจููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุชูŽุจูŽูŠู‘ูŽู†ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุทู ุงู„ู’ุฃูŽุจู’ูŠูŽุถู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุทู ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู

โ€œDan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.โ€ (QS. Al Baqarah: 187)

Adapun dari hadits, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูู„ุงูŽู„ุงู‹ ูŠูุคูŽุฐู‘ูู†ู ุจูู„ูŽูŠู’ู„ู ููŽูƒูู„ููˆุง ูˆูŽุงุดู’ุฑูŽุจููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุคูŽุฐู‘ูู†ูŽ ุงุจู’ู†ู ุฃูู…ู‘ู ู…ูŽูƒู’ุชููˆู…ู

โ€œBilal biasa mengumandangkan azan pada malam hari. Makan dan minumlah sampai kalian mendengar azan yang dikumandangkan Ibnu Ummi Maktum.โ€ (HR. Bukhari, no. 623 dan Muslim, no. 1092)

Kendati demikian, Imam Al-Mawardi, dalam Al-Iqnaโ€™, membawakan pendapat berikut ini,

ูˆุฒู…ุงู† ุงู„ุตู‘ูŠุงู… ู…ู† ุทูู„ููˆุน ุงู„ู’ูุฌู’ุฑ ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠ ุฅูู„ูŽู‰ ุบุฑููˆุจ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณ ู„ูŽูƒูู† ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุชูŽู‚ู’ุฏููŠู… ุงู„ุงู…ุณุงูƒ ูŠูŽุณููŠุฑุง ู‚ุจู„ ุทูู„ููˆุน ุงู„ู’ูุฌู’ุฑ ูˆูŽุชูŽุฃู’ุฎููŠุฑ (ุงู„ู’ูุทุฑ) ูŠูŽุณููŠุฑุง ุจุนุฏ ุบุฑููˆุจ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณ ู„ูŠุตูŠุฑ ู…ูุณู’ุชูŽูˆู’ููŠุง ู„ุงู…ุณุงูƒู…ูŽุง ุจูŽูŠู†ู‡ู…ูŽุง

โ€œWaktu berpuasa adalah dari terbitnya fajar (ketika waktu shalat Subuh) sampai tenggelamnya matahari. Akan tetapi, lebih baik jika orang yang berpuasa melakukan imsak (menahan diri dari perkara yang membatalkan puasa) sedikit lebih awal sebelum terbitnya fajar, serta menunda buka puasa sejenak setelah tenggelamnya matahari agar ia menyempurnakan imsak keduanya.โ€ (Al-Iqnaโ€™, hlm 74)

Kesimpulannya, waktu dimulainya puasa bukan sejak sepuluh menit atau lima belas menit sebelum azan Subuh, melainkan sejak terbitnya fajar, yaitu tatkala azan Subuh mulai berkumandang. Oleh sebab itu, jika dari masjid atau radio terdengar kumandang, โ€œImsak โ€ฆ imsak โ€ฆโ€maka itu adalah hal baru dalam syariat ini. Yang benar, seorang muslim masih boleh makan dan minum pada waktu sepuluh atau lima belas menit sebelum waktu Subuh tiba. Selain itu, jika terjadi masalah dengan sound system masjid, sehingga suara azan tidak terdengar, maka seorang muslim tetap harus mulai menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa jika memang sudah jelas baginya bahwa waktu Subuh telah tiba, yaitu dengan terlihatnya fajar shadiq.

C. BERBUKA

Keutamaan Berbuka

Tatkala seorang muslim berbuka puasa, ia akan memperoleh tiga kebaikan.

1. Keberkahan

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู„ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุจูุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุง ุนูŽุฌูŽู‘ู„ููˆุง ุงู„ู’ููุทู’ุฑูŽ

โ€œManusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.โ€ (HR. Bukhari, no. 1957 dan Muslim, no. 1098)

2. Kebaikan

Setiap menjalankan perintah syariat apakah itu wajib atau sunnah merupakan kebaikan seorang muslim.

3. Kebahagiaan

Rasulullah shallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู„ูู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู ููŽุฑู’ุญูŽุชูŽุงู†ู: ููŽุฑู’ุญูŽุฉูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ููุทู’ุฑูู‡ูุŒ ูˆูŽููŽุฑู’ุญูŽุฉูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ู„ูู‚ูŽุงุกู ุฑูŽุจู‘ูู‡ู

โ€œOrang yang berpuasa akan meraih dua kegembiraan: kegembiraan ketika berbuka puasa/berhari raya dan kegembiraan ketika bertemu Rabbnya.โ€ (HR. HR. Al-Bukhari, no. 1894 dan Muslim, no. 1151)

Berbuka sesuai Sunnah

1. Perbanyak doa.

Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallam bersabda,

๏บ›๏ปผ๏บ™ ๏ปป ๏บ—๏บฎ๏บฉ ๏บฉ๏ป‹๏ปฎ๏บ—๏ปฌ๏ปข ๏บ๏ปŸ๏บผ๏บŽ๏บ‹๏ปข ๏บฃ๏บ˜๏ปฐ ๏ปณ๏ป”๏ป„๏บฎ ๏ปญ๏บ๏ปน๏ปฃ๏บŽ๏ปก ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บŽ๏บฉ๏ป ๏ปญ ๏บ๏ปŸ๏ปค๏ปˆ๏ป ๏ปฎ๏ปก

โ€œAda tiga doa yang tidak tertolak: doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzhalimi.โ€ (HR. Tirmidzi, no. 2528; Ibnu Majah, no.1752; dan Ibnu Hibban, no. 2405)

2. Membaca basmalah sebelum makan.

Di antara sunnah sebelum makan adalah membaca basmalah, baik itu makan makanan ringan atau makanan berat, baik ketika sahur atau berbuka ketika puasa maupun tatkala makan biasa di luar waktu puasa.

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda kepada Umar bin Abu Salamah, yang kala itu masih kecil,

ูŠูŽุง ุบูู„ุงูŽู…ู ุณูŽู…ู‘ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุŒ ูˆูŽูƒูู„ู’ ุจููŠูŽู…ููŠู†ููƒูŽ ูˆูŽูƒูู„ู’ ู…ูู…ู‘ูŽุง ูŠูŽู„ููŠูƒูŽ ยป ููŽู…ูŽุง ุฒูŽุงู„ูŽุชู’ ุชูู„ู’ูƒูŽ ุทูุนู’ู…ูŽุชูู‰ ุจูŽุนู’ุฏู

โ€œWahai anakku, bacalah โ€˜bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.โ€ (HR. Bukhari, no. 5376 dan Muslim, no. 2022)

3. Bacaan yang dibaca ketika berbuka.

Setelah membaca basmalah sebelum makan, disunnahkan untuk membaca doa ketika berbuka, dengan lafal berikut ini,

ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุงู„ุธูŽู‘ู…ูŽุฃู ูˆูŽุงุจู’ุชูŽู„ูŽู‘ุชู ุงู„ู’ุนูุฑููˆู‚ูุŒ ูˆูŽุซูŽุจูŽุชูŽ ุงู„ุฃูŽุฌู’ุฑู ุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‡ู

โ€œTelah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaallah.โ€ (HR. Abu Daud, 92:306; Baihaqi, 4:239; Al-Hakim, 1:422; dan Ad-Daruquthni, 2:185)

4. Menyegerakan berbuka.

Dari Abdullah bin Abi Aufa radhiyallahu anhu; dia berkata,

ูƒูู†ู‘ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูููŠ ุณูŽููŽุฑู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุตูŽุงุฆูู…ูŒ ุŒ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุบูŽุฑูŽุจูŽุชู’ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูุจูŽุนู’ุถู ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู : ูŠูŽุง ููู„ุงูŽู†ู ! ู‚ูู…ู’ ููŽุงุฌู’ุฏูŽุญู’ ู„ูŽู†ูŽุง โ€“ ุฃูŠ : ุงุฎู„ุท ุงู„ุณูˆูŠู‚ ุจุงู„ู…ุงุก ุŒ ูˆุญุฑูƒู‡ ูƒูŠ ู†ุดุฑุจู‡ - ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ! ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู…ู’ุณูŽูŠู’ุชูŽ . ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุงู†ู’ุฒูู„ู’ ููŽุงุฌู’ุฏูŽุญู’ ู„ูŽู†ูŽุง . ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ! ููŽู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู…ู’ุณูŽูŠู’ุชูŽ . ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุงู†ู’ุฒูู„ู’ ููŽุงุฌู’ุฏูŽุญู’ ู„ูŽู†ูŽุง . ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฅูู†ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู†ูŽู‡ูŽุงุฑู‹ุง . ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุงู†ู’ุฒูู„ู’ ููŽุงุฌู’ุฏูŽุญู’ ู„ูŽู†ูŽุง . ููŽู†ูŽุฒูŽู„ูŽ ููŽุฌูŽุฏูŽุญูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุŒ ููŽุดูŽุฑูุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู’ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุง ู‡ูู†ูŽุง ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู.

โ€œKami bersama Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dalam sebuah perjalanan; pada saat itu beliau sedang berpuasa. Ketika matahari terbenam, dia berkata kepada sebagian orang, โ€˜Wahai fulan, campurkan sawiq dengan air dan aduklah agar dapat kita minum.โ€™ Dia berkata, โ€˜Wahai Rasulullah, hari masih sore.โ€™ Beliau berkata, โ€˜Turunlah dan buatkan minuman itu untuk kami.โ€™ Dia berkata, โ€˜Wahai Rasulullah, hari masih sore.โ€™ Beliau berkata, โ€˜Turunlah dan buatkan minuman itu.โ€™ Dia berkata, โ€˜Hari masih siang.โ€™ Kemudian dia singgah untuk membuatkan minuman, lalu Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam meminumnya. Lantas beliau bersabda, โ€˜Jika kalian menyaksikan malam telah datang dari sini dan sini, maka orang berpuasa boleh berbuka.โ€ (HR. Bukhari, no. 1955 dan Muslim, no. 1101)

Selain itu, Abdur Razzaq meriwayatkan dalam Al-Mushannaf no. 7591 dari Amr bin Maimun Al-Audi,

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽุณู’ุฑูŽุนูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฅููู’ุทูŽุงุฑู‹ุงูˆูŽุฃูŽุจู’ุทูŽุงุกูŽ ู‡ูู…ู’ ุณูŽุญููˆุฑู‹ุง

โ€œPara sahabat Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam adalah orang-orang yang paling bersegera dalam berbuka dan paling akhir dalam sahur.โ€ (Juga diriwayatkan dalam Fathul Bari, 4:199 dan Al-Haitsami dalam Majmaโ€™ Az-Zawaid, 3:154)

5. Berbuka dengan memakan ruthab, kurma, atau air putih.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu; ia berkata,

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆ ู„ู ุงู„ู„ู‘ูู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู‹ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠููู’ุทูุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุทูŽุจูŽุงุชู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠูŽ ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ุฑูุทูŽุจูŽุง ุชูŒ ููŽุนูŽู„ูŽู‰ ุชูŽู…ูŽุฑูŽุงุชู ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู… ุชูŽูƒูู†ู’ ุญูŽุณูŽุง ุญูŽุณูŽูˆุงุชู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุงุกู

โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab, maka berbukalah dengan kurma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air.โ€ (HR. Abu Daud, no. 2356; Ad-Daruquthni, no. 240; dan Al-Hakim, 1:432, no. 1576. Dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaโ€™ul Ghalil, 4:45, no. 922.)

Kesalahan dalam Berbuka

Meninggalkan kurma. Nabi shallahu โ€˜alaihi wa sallam biasa berbuka dengan memakan kurma. Selayaknya kita mencontohnya beliau shallahahu โ€˜alaihi wa sallam dalam semua ibadah.

Terlalu banyak makan dan minum. Rasullah shallahu โ€˜alaihi wa sallam menyebutkan bahwasanya tempat atau bejana yang paling buruk adalah perut anak Adam. Puasa Ramadhan adalah bulan puasa, bukan bulan makan dan minum. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽุง ู…ูŽู„ูŽุฃูŽ ุขุฏูŽู…ููŠูŒู‘ ูˆูุนูŽุงุกู‹ ุดูŽุฑู‹ู‘ุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุทู’ู†ู

โ€œTidak ada tempat yang diisi oleh Bani Adam yang lebih jelek daripada mengisi perutnya.โ€ (HR. Ahmad, 4:132; Tirmidzi, no. 2380; dan Ibnu Majah, no. 3349)

Mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Dampak dari makanan yang tidak sehat adalah risiko terkena berbagai macam penyakit. Badan juga tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, padahal syariat kita memerintahkan kaum muslimin untuk memakan makanan yang halal dan baik.

Terburu-buru hingga tidak berdoa. Kita diperintahkan untuk menyegerakan berbuka. Kita juga telah mengetahui bahwa puasa adalah momen yang sangat istimewa untuk berdoa karena waktu tersebut adalah waktu terkabulnya doa. Kendati demikian, sayangnya banyak kaum muslimin yang kurang perhatian terhadap hal tersebut.

Ngabuburit

Ngabuburit berasal dari bahasa Sunda. Burit bermakna sore yang menjelang malam. Menurut kamus bahasa Sunda, ngabuburit adalah aktivitas atau menghabiskan waktu sore menjelang malam, sehingga waktu tidak terasa sudah sampai pada malam hari. Intinya, ngabuburit dilakukan agar malam terasa datang lebih cepat.

Banyak kaum muslimin, terlebih kawula muda, yang melakukan ngabuburit untuk berbagai aktivitas sia-sia, bahkan mengandung dosa, seperti melihat yang diharamkan oleh Allah, mendengarkan hal yang haram, mendengarkan musik, atau bergosip.

Saudaraku dan saudariku, ketahuilah bahwa waktu ngabuburit perlu diperhatikan karena nikmat waktu ini akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah Taโ€™ala. Ada dua nikmat yang sering terlalaikan oleh manusia, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽุงู†ู ู…ูŽุบู’ุจููˆู†ูŒ ูููŠู‡ูู…ูŽุง ูƒูŽุซููŠุฑูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุงู„ุตู‘ูุญู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ููŽุฑูŽุงุบู

โ€œDua kenikmatan, yang kebanyakan manusia melalaikannya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang.โ€ (HR. Bukhari, no. 6412)

Bukber di Luar Rumah

Buka bersama (bukber) di restoran atau di rumah, pada asalnya boleh atau mubah. Namun, kegiatan bukber kadang tak luput dari masalah: terlambat berbuka karena antrean pesanan mengular, campur baur antara laki-laki dan perempuan, terlambat shalat Maghrib --bahkan ada yang tidak shalat Maghrib karena sibuk makan dan mengobrol, hingga melewatkan waktu Isya dan shalat tarawih.

Penutup

Demikianlah fiqih ringkas seputar sahur dan berbuka yang dapat kita jadikan bekal menjelang Ramadhan. Dengan ilmu yang shahih dan kokoh, semoga Ramadhan kali ini akan menjadi sumber pahala bagi kita.

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Wallahu aโ€™lam bishshawab.


Referensi:

  • Al-Afnan An-Nadiyah. Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.
  • Al-Ijmaโ€™. Muhammad bin Ibrahim Ibnu al-Mundzir An-Naisaburi.
  • Al-Iqnaโ€™ fi Fiqh Al-Imam Ahmad. Musa bin Ahmad Al-Hajjawi.
  • Shahih al-Bukhari. Muhammad bin Ismail Al-Bukhari.
  • Shahih Muslim. Muslim bin Al-Hajjaj An-Naisaburi.
  • Sunan Abi Daud. Sulaiman bin Al-Asyโ€™ats As-Sijistani.
  • Jamiโ€™ At-Tirmidzi. Muhammad bin Isa at-Tirmidzi.
  • Sunan An-Nasaโ€™i. Ahmad bin Syuโ€™aib An-Nasaโ€™i.
  • Musnad Ahmad. Ahmad bin Hanbal.
  • Majmaโ€™ Az-Zawaid. Ali bin Abi Bakr Al-Haitsami.
  • Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah. Muhammad Nashiruddin Al-Albani.
  • Shahih Al-Jamiโ€™ Ash-Shaghir. Muhammad Nashiruddin Al-Albani.
  • Shahih At-Targhib wat Tarhib. Muhammad Nashiruddin Al-Albani.
  • Fath Al-Bari Syarh Shahih Al-Bukhari. Ahmad bin Ali Ibnu Hajar Al-Asqalani.
  • Taudhih Al-Ahkam min Bulughil Maram. Abdullah bin Abdurrahman Al-Bassam.
716