Alhamdulillahilladzii bini’matihi tatimmush shalihat.
Dua belas tahun sudah HSI AbdullahRoy menyelenggarakan pembelajaran online. Ratusan ribu orang telah merasakan atmosfer pembelajaran di HSI dan mendulang faedah yang banyak, Insyallah. Saat ini, Angkatan 261 HSI Reguler, program belajar utama di HSI AbdullahRoy, telah mulai belajar bersama dengan kakak-kakak angkatannya. Bersamaan dengan itu, divisi-divisi pembelajaran lainnya di HSI pun juga terus berjalan. Semoga Allah Ta’ala mencatat kita semua sebagai orang yang berjalan untuk menuntut ilmu dan memperdalam agama dan memberikan kepada kita semua keutamaan penuntut ilmu yang Dia dan rasul-Nya sebutkan. Aaamiin.
Menuntut ilmu adalah kewajiban seumur hidup bagi setiap muslim. Kewajiban ini tidak berhenti karena usia atau kesibukan, terlebih di era kita sekarang ini. Pada masa ini, ilmu bertebaran di berbagai tempat dan relatif mudah untuk digapai. Teknologi telah memudahkan kita mengakses pengetahuan yang dahulu para salaf harus menempuh perjalanan panjang dan pengorbanan besar untuk mengumpulkannya.
Dahulu, para salaf menuntut ilmu dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Mereka mengerahkan waktu, pikiran, tenaga, harta, bahkan jiwa. Di antara mereka ada yang harus berjalan berbulan-bulan demi mendapatkan satu hadits. Ada yang menjual bagian rumahnya agar tetap bisa belajar. Ada pula yang mencatat ilmu di atas potongan tulang atau pecahan gerabah. Keterbatasan dan kesulitan tidak menghalangi langkah mereka. Bahkan mereka berkejaran dengan usia, khawatir wafat sebelum mendapatkan hadits yang mereka ketahui bisa dijemput dari perawinya.
Di masa sekarang, kondisinya sangat berbeda. Teknologi telah mendekatkan ilmu hingga ke ujung jari. Kitab-kitab warisan ulama terdahulu dapat diakses dengan mudah tanpa harus bepergian. Kajian para ustadz yang dahulu harus kita datangi, kini hadir di layar-layar gawai. Kita bahkan dapat memilih ustadz yang ingin kita lazimi, baik yang berada di dekat maupun di tempat yang jauh.
Namun, perbedaan kondisi ini juga menghadirkan tantangan tersendiri. Meskipun sumber ilmu melimpah dan sarana pendukung tersedia, hal tersebut tidak serta-merta menjadikan ilmu yang diperoleh lebih banyak, lebih kuat, dan lebih berkah. Tantangan menuntut ilmu di masa kini bukan lagi keterbatasan akses, melainkan menjaga kesungguhan, kontinuitas, dan adab dalam belajar.
Nah, apa saja tantangan belajar di masa kini? Bagaimana pula kita dapat mewarisi semangat para pendahulu dalam menuntut ilmu di era yang sangat berbeda ini? Temukan jawaban selengkapnya di Majalah HSI Edisi 85 ini. Di bawah tema besar Demi Satu Hadits, kami akan menghadirkan tulisan-tulisan yang Insyallah bermanfaat seperti:
- Menuntut Ilmu di Era Digital: Antara Kemudahan dan Kegigihan (Rubrik Utama)
- Keluar Mencari Ilmu: Tugas Kelompok Terpilih (Mutiara Al-Quran)
- Menuntut Ilmu adalah Jihad (Mutiara Hadits)
- Kisah Inspiratif dalam Menuntut Ilmu (Tausiyah Ustadz)
- Belajar Agama di Era Digital (Fiqih)
- Keikhlasan dan Popularitas dalam Menuntut Ilmu (Aqidah)
- Menjadi Muslimah Penuntut Ilmu di Era Digital, Mengapa Tidak? (Mutiara Nasihat Muslimah)
- Demi Satu Hadits: Keteladanan Jabir radhiyallahu 'anhu (Sirah)
- Menuntut Ilmu Kewajiban Seumur Hidup (Khotbah Jumat)
- Tips Memilih Circle: Karena Teman adalah Cermin Diri (Generasi Cahaya)
- Mendampingi Perjuangan Buah Hati Menuntut Ilmu Syar’i (Keliling HSI)
Harapan kami, Edisi ini dapat memompa semangat menuntut ilmu bagi seluruh santri HSI, baik angkatan baru maupun angkatan lama, serta seluruh kaum muslimin.
Mudah-mudahan Allah menjadikan ilmu yang telah kita miliki bermanfaat untuk kita dan menambahkan kepada kita ilmu-ilmu yang bermanfaat lainnya. Selamat membaca. Baarakallahu fiikum.